Sidang Narkoba, Roro Fitria Bantah Ada Polwan Saat Digeledah

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Roro Fitria (kiri) menunggu persidangan dengan kasus penyalahgunaan narkotika di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, 28 Juni 2018. Roro Fitria ditangkap di rumahnya saat menunggu pesanan sabu di Hari Valentine. TEMPO/Nurdiansah

    Roro Fitria (kiri) menunggu persidangan dengan kasus penyalahgunaan narkotika di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, 28 Juni 2018. Roro Fitria ditangkap di rumahnya saat menunggu pesanan sabu di Hari Valentine. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Sidang kasus dugaan penyalahgunaan narkoba artis Roro Fitria dengan agenda pemeriksaan saksi baru dimulai Selasa malam, pukul 20.00. Kuasa hukum Roro, Asgar H. Sjafri, mengatakan kliennya mengeluhkan sidang yang molor lebih dari tiga jam itu. 

    Baca: Ini Kata Roro Fitria Soal Awalnya Terjerat Pelukan Narkoba

    "Namun hakimnya tidak mau menunda biar pemeriksaannya berjalan dengan lancar,” kata Asgar, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, 24 Juli 2018.

    Dalam sidang itu, jaksa mengajukan saksi Supriyono, anggota Direktorat Reserse Polda Metro Jaya. Dalam kesaksiannya, Supriyono mengatakan Roro memesan narkotika jenis sabu kepada pengedar bernama Wawan.

    Berdasarkan penyidikan, Roro memesan sabu itu untuk dipakai berdua bersama Wawan. “Rumah digeledah, tapi tidak ditemukan barang bukti narkoba. Roro mengaku narkoba ini untuk dipakai bukan untuk dijual,” ucap Supriyono.

    Baca: Roro Fitria Tak Ajukan Keberatan Atas Dakwaan Narkoba

    Menurut Supriyono, selama penggeledahan di rumah Roro, di Pattio Residence, Ragunan, hadir pula anggota polisi wanita (polwan) menemani Roro. Penggeledahan dilakukan pada 14 Februari 2018 sekitar pukul 12.30.

    Namun Roro merasa keberatan dengan pernyataan saksi yang mengatakan ada polwan dalam penggeledahan di kediamannya.

    Supriyono menjelaskan polwan tersebut memakai baju preman.

    Sidang lanjutan kasus narkoba Roro Fitria akan dilanjutkan pada Kamis 26 Juli 2018. Agenda sidang masih terkait dengan pemeriksaan saksi dari jaksa.

    MUH. BASKHORO W. D.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.