Anies Sebut Kali Item Warisan Pemerintah, Sandiaga: Please...

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas PPSU memberishkan Kali Item yang ditutupi dengan kain waring di Jakarta.  Tempo/Fakhri Hermansyah

    Petugas PPSU memberishkan Kali Item yang ditutupi dengan kain waring di Jakarta. Tempo/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Polemik soal Kali Item membuat Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meminta semua pihak berkoordinasi dan tidak saling menyalahkan. Sandiaga mengimbau semua pihak fokus pada persiapan Asian Games 2018 yang tinggal beberapa hari lagi. 

    Baca: Anies Gunakan Teknologi Miliaran Rupiah di Kali Item, Berhasil?

    "Proses yang akan kita lakukan terus ke depan. Please, jangan saling menyalahkan satu sama lain," katanya di Balai Kota, Rabu 25 Juli 2018.

    Dia menuturkan program pembersihan Kali Item atau Kali Sentiong tersebut sudah lama diidentifikasi dan bakal ditangani sehingga tak perlu menjadi isu saat Asian Games 2018 dimulai 18 Agustus nanti.

    Sandiaga menambahkan Kali Item, yang berada di sebelah Wisma Atlet Kemayoran, menjadi kotor dan bau seperti sekarang karena menjadi tempat penampungan limbah rumah tangga maupun UKM (usaha kecil menengah).

    "Betul, 150 UKM perajin tempe buang limbah ke Kali Item," kata Sandiaga.

    Dia menuturkan Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Sumber Daya Air sudah ditugaskan untuk membersihkan Kali Sentiong selama Asian Games berlangsung.

    Baca: Anies Baswedan Sebut Problem Kali Item Warisan Masa Lalu, Sebab..

    Pernyataan Sandiaga itu berbanding 180 derajat dengan ucapan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

    Anies mengatakan permasalahan Kali Item yang hitam, kotor, dan bau di dekat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, sudah terjadi selama bertahun-tahun. Masalah itu warisan dari pemerintahan sebelumnya.

    "Jika yang mengelola Jakarta dulu memperhatikan ini, kita enggak punya warisan Kali Item. Sekarang kenyataannya ada itu, sekarang kita bereskan," kata Anies, Selasa.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menolak Lupa, 11 Kasus Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

    Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menilai pengungkapan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu tak mengalami kemajuan.