Trotoar Depan Halte Ditanami Rumput, Begini Kata Warga Jakarta

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja tengah mengerjakan jalur pedestrian di Jalan Sudirman, Jakarta, 23 Juli 2018. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menargetkan pembangunan trotoar jalan Sudirman-Thamrin dapat selesai pada akhir Juli 2018. Tempo/Amston Probel

    Pekerja tengah mengerjakan jalur pedestrian di Jalan Sudirman, Jakarta, 23 Juli 2018. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menargetkan pembangunan trotoar jalan Sudirman-Thamrin dapat selesai pada akhir Juli 2018. Tempo/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan area taman rumput di antara halte trotoar dan jalan raya di Sudirman - Thamrin memang disengaja. Tujuannya adalah mempercantik lingkungan menjelang Asian Games 2018.

    Baca: Viral Humor Halte dan Trotoar Rumput, Sandiaga Uno Bingung

    "Itu untuk beautifikasi Asian Games, jadi semuanya di-cover sama rumput atau tanaman," kata Sandiaga, Selasa, 24 Juli 2018.

    Namun pembangunan taman di depan halte bus justru mempersulit penumpang yang ingin naik Transjakarta atau Kopaja di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan. Warga Jakarta merasa bingung apakah diperbolehkan menginjak rumput itu atau tidak.

    Sandiaga memastikan kondisi itu akan menjadi perhatian pemerintah. Salah satunya dengan memikirkan rencana ke depan, misalnya membuat jalan setapak yang dapat digunakan untuk pijakan pejalan kaki.

    Namun perbaikan trotoar di depan halte bus tidak dapat dilaksanakan saat ini. 

    Baca: Jurus Sandiaga Kebut Trotoar Sudirman - Thamrin Berfungsi 31 Juli

    "Setelah Asian Games, tapi ya karena kita enggak mau mengganggu dulu ini estetika dan beautifikasi untuk event olahraga. Masukannya kami terima," ujar Sandiaga.

    Pekerja masih mengerjakan pembangunan trotoar di Jalan M.H. Thamrin, Sabtu, 14 Juli 2018. Tempo/Imam Hamdi

    Seorang pengguna setia Transjakarta, Abdul Rozak, mengatakan gagasan revitalisasi trotoar Sudirman-Thamrin sebenarnya sangat bagus dan memudahkan pejalan kaki dan pengguna transportasi umum.

    Namun desain perencanaan pembenahan trotoar di beberapa titik Sudirman - Thamrin itu tidak sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan sekitarnya. "Menurut saya, perencanaan enggak mateng. Arsiteknya enggak pernah naik bus low deck/entry Transjakarta. Kami kebingungan sendiri pas mau naik bus," katanya, Selasa.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.