Jumat, 16 November 2018

Anies Sebut Sky Bridge Tanah Abang Ditargetkan Rampung Oktober

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemerintah DKI Jakarta berencana membangun jembatan layang (skybridge) di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

    Pemerintah DKI Jakarta berencana membangun jembatan layang (skybridge) di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menargetkan pembangunan sky bridge Tanah Abang rampung pada Oktober 2018. Jembatan itu akan menghubungkan Stasiun KRL Tanah Abang dengan Pasar Tanah Abang.

    Baca: Dikejar Target, Sky Bridge Tanah Abang Pakai Dana Talangan

    "Sky bridge itu baru lelang, mungkin sudah selesai proses lelangnya oleh PD Pembangunan Sarana Jaya. Rasanya sudah (ada pemenang), tetapi saya tidak punya namanya, baru selesai lelang," kata Anies di Jakarta pada Selasa, 24 Juli 2018.

    Anies menuturkan akan terus berkomunikasi dengan berbagai pihak, seperti kepolisian dan Ombudsman RI, terkait dengan pembangunan jembatan penghubung tersebut.

    Hal itu terkait dengan rekomendasi kepolisian dan Ombudsman, yang mengimbau agar pedagang kaki lima (PKL) direlokasi dari Jalan Jatibaru Raya. Penutupan Jalan Jatibaru Raya ini dianggap menambah kemacetan lalu lintas di Tanah Abang. 

    Baca: Groundbreaking Sky Bridge Tanah Abang Direncanakan Awal Agustus

    Menurut Anies, koordinasi ini penting karena relokasi PKL menunggu pembangunan sky bridge. Jembatan layang yang dibangun dengan perkiraan biaya Rp 50 miliar itu akan dimanfaatkan untuk pejalan kaki dan PKL pindahan dari Jalan Jatibaru.

    Sebelumnya, pelaksana tugas Kepala Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya Dominikus Dalu mengatakan Pemprov DKI tidak bisa bekerja sendiri dalam menata Jalan Jatibaru, melainkan harus bekerja sama dengan kepolisian sesuai dengan kewenangan dan peran masing-masing. Peran keduanya diatur dalam dua undang-undang yang saling melengkapi.

    Dominikus menjelaskan, Pemprov DKI dan polisi sama-sama berwenang mengatur Jalan Jatibaru. Pasal 52 ayat 5 Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan menyebutkan izin pemanfaatan ruang manfaat jalan dan ruang milik jalan ibu kota Jakarta ditetapkan gubernur.

    Di sisi lain, kepolisian memegang otoritas melakukan rekayasa lalu lintas, seperti tertuang dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

    Anies Baswedan mengaku telah bertemu dengan direksi Sarana Jaya pada pekan lalu untuk membahas sky bridge Tahan Abang. "Konstruksi dimulai pada awal Agustus dan diharapkan tuntas Oktober. Jadi pada awal Oktober sky bridge di Tanah Abang sudah bisa digunakan," ucapnya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.