Kali Item Bau Busuk, Ini Analisa Dinas Lingkungan Hidup DKI

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas PPSU memberishkan Kali Item yang ditutupi dengan kain waring di Jakarta.  Tempo/Fakhri Hermansyah

    Petugas PPSU memberishkan Kali Item yang ditutupi dengan kain waring di Jakarta. Tempo/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Teguh Hendarwan sudah memasang satu unit mesin nano bubble dan tiga aerator di Kali Sentiong Sunter atau Kali Item pada 4 Juli 2018. Alat ini digunakan untuk mengurangi bau dan menjernihkan air kali. 

    Baca: Cara Anies Tutup Kali Item Pakai Jaring, Pengamat: Tidak Cerdas

    Kondisi Kali Item yang kotor dan bau sudah terhadi bertahun-tahun. Kondisi ini menjadi sorotan ketika Jakarta menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Sebab para atlet yang berlaga di perhelatan itu, mondok di Wisma Atlet Kemayoran. Wisma tersebut bersebelahan dengan aliran Kali Item. 

    Upaya pemerintah itu untuk mengatasi masalah Kali Sentiong Sunter ternyata belum mampu membuahkan hasil. Sebab, berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, penggunaan mesin-mesin penjernih air tersebut belum mampu mengurangi zat polutan di Kali Item tidak secara signifikan.

    "Berdasarkan sampel yang diambil 9 Juli lalu, ada dua parameter yang melebihi baku mutu, yakni BOD dan Fecal Coliform," ujar Kepala Bidang Pengawasan dan Penataan Hukum Dinas LH DKI Mudarisin, Rabu, 25 Juli 2018.

    BOD singkatan dari Biological Oxygen Demand atau kebutuhan oksigen biologis untuk memecah bahan buangan di dalam air oleh mikroorganisme. BOD diperlukan untuk menentukan beban pencemaran akibat air buangan rumah tangga dan industri, serta untuk mendesain sistem pengolahan biologis bagi air yang tercemar. Sedangkan Fecal Coliform merupakan bakteri yang terdapat dalam kotoran hewan dan manusia.

    Lebih lanjut Mudarisin memaparkan, kadar BOD di Kali Item lebih tinggi sekitar 30 persen dari baku mutu, yakni 16, 43 ppm dari yang seharusnya hanya 12 ppm saja. Sedangkan untuk Fecal Coliform, kadarnya sebanyak 6,1 x 10 pangkat 9 atau 6.100.000.000 per 100 mili dari ambang batas hanya 2.000 saja.

    Mudarisin mengatakan jika kedua kadar itu semakin rendah, maka kualitas airnya akan semakin baik. 

    Baca: Anies Gunakan Teknologi Miliaran Rupiah di Kali Item, Berhasil?

    Atas analisa Dinas Lingkungan Hidup itu, Teguh menyatakan masih memerlukan lebih banyak mesin nano bubble dan aerator untuk menjernihkan air di Kali Item. Namun dia tidak bersedia menyebut angka pastinya. "Banyak pokoknya," ujar dia. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ratusan Ribu Orang Mengalami Gangguan Pernafasan Akibat Karhutla

    Sepanjang 2019, Karhutla yang terjadi di sejumlah provinsi di Sumatera dan Kalimantan tak kunjung bisa dipadamkan. Ratusan ribu jiwa jadi korban.