Libur Sekolah Asian Games 2018, 17.000 Siswa Terdampak

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Anies Baswedan (tengah) saat meninjau masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di SDN Kampung Melayu 01-02, Jakarta Timur, Senin, 16 Juli 2018. Anies menyampaikan komunikasi antara orang tua dan guru merupakan hal penting dalam pendidikan. Tempo/Fakhri Hermansyah

    Gubernur DKI Anies Baswedan (tengah) saat meninjau masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di SDN Kampung Melayu 01-02, Jakarta Timur, Senin, 16 Juli 2018. Anies menyampaikan komunikasi antara orang tua dan guru merupakan hal penting dalam pendidikan. Tempo/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah libur sekolah saat Asian Games menjadi polemik, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan setuju meliburkan 34 sekolah yang terdampak.

    Baca: Libur Asian Games Versi Sandiaga Uno: Orangtua Murid Menolak

    Menurut Anies, masalah pengaturan libur sekolah ini akan diatur oleh Dinas Pendidikan DKI. Nanti Dinas akan berkoordinasi dengan kepala sekolah untuk mengatur kegiatan belajar agar para siswa tidak tertinggal dengan sekolah lain.

    "Daftar 34 sekolahnya ada, nanti diumumkan sekaligus pengumuman dari kepala sekolah," kata Anies di Jakarta, Rabu malam, 25 Juli 2018.

    Diperkirakan ada sekitar 17.000 siswa yang terkena dampak libur sekolah saat perhelatan Asian Games 2018. Namun Anies menyatakan ribuan murid ini akan tetap belajar meski tidak sekolah.    

    "Mereka akan belajar di rumah dan lingkungan karena sebetulnya bukan libur, akan tetapi ada penugasan dari sekolah," ujarnya.

    Semalam, Anies mengungkapkan alasan mengapa 34 sekolah ini harus diliburkan. Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan kepentingan dan memastikan Asian Games berjalan baik. 

    "Kita akan mengubah anak-anak di sebanyak 34 sekolah ini selama 9 hari belajar di rumah dan lingkungan mulai 21 Agustus – 31 Agustus," kata Anies.

    Anies mengatakan sembilan sekolah terpaksa diliburkan karena berada di kawasan Wisma Atlet Kemayoran. Sisanya, 25 sekolah, berada di lintasan yang dilalui rombongan atlet menuju venue.

    "Jadi, dari kajian yang sudah dilakukan kemarin selama hari-hari sekolah terlihat bahwa ada delapan rute pengantaran atlet dari wisma atlet ke venue. Kita ingin memastikan tidak ada hambatan di rute itu," sebutnya.

    Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyampaikan bahwa kebijakan libur sekolah selama Asian Games akan dikaji kembali oleh berbagai pihak.

    Dia menyebutkan masih memerlukan waktu untuk mendapatkan data yang konkret terkait uji coba lalu lintas selama siswa masuk sekolah.

    Menurut Sandiaga, DKI sedang melakukan simulasi khususnya mengenai siswa peserta didik yang terdampak langsung pada rute-rute dari Kampung Atlet ke venue dan di sekitar venue.

    Baca: Polisi Kembali Uji Coba Rute Atlet Asian Games Usai Libur Sekolah

    "Kita sekarang lagi mendata dan data itu jumlahnya kurang dari 10 persen total jumlah sekolah yang ada di DKI. Jadi simulasi masih terus berlanjut," kata Sandiaga, Rabu siang.

    Waktu tempuh dari Wisma Atlet hingga ke venue pertandingan pada beberapa uji coba lalu telah mencatat hasil yang sesuai dengan aturan Olympic Council of Asia.

    Hasil waktu tempuh tersebut menjadi salah satu indikator penting kesuksesan sistem lalu lintas Jakarta dan memiliki keterkaitan dengan perlunya libur sekolah selama Asian Games.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.