Trotoar Jalan Sudirman Tak Sesuai, WIKA: Karena Asian Games 2018

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pejalan kaki menginjak rumput yang ditanami di trotoar di kawasan Jalan Sudirman, Jakarta, Rabu, 25 Juli 2018. Proyek pelebaran trotoar di kawasan Jalan Sudirman-Thamrin terus dikebut menjelang perhelatan Asian Games 2018. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Pejalan kaki menginjak rumput yang ditanami di trotoar di kawasan Jalan Sudirman, Jakarta, Rabu, 25 Juli 2018. Proyek pelebaran trotoar di kawasan Jalan Sudirman-Thamrin terus dikebut menjelang perhelatan Asian Games 2018. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Site Manajer PT Wijaya Karya (Persero) alias WIKA, Arifin, mengungkap penataan trotoar di Jalan Jenderal Sudirman semula ditargetkan rampung Maret 2019. Program revitalisasi pedestrian ini terpaksa dikebut untuk memenuhi permintaan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. 

    Baca: Trotoar Depan Halte Ditanami Rumput, Begini Kata Warga Jakarta

    Menurut Arifin, DKI minta trotoar dikebut karena lokasi revitalisasi pedestrian ini dekat dengan area perhelatan Asian Games 2018 di Gelora Bung Karno (GBK). Pemprov DKI memberi tenggat higga akhir Juli 2018. Padahal, revitalisasi baru dimulai di bulan puasa tahun ini.

    "Rencana sampai Maret 2019 tapi karena lokasi dekat GBK, jadi diminta dipercepat sampai akhir bulan," kata Arifin saat ditemui Tempo di dekat Halte Gelora Bung Karno, Jalan Jenderal Sudirman, Rabu, 25 Juli 2018.

    Gara-gara tenggat dipercepat ini, halte bus di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman berada di depan taman rumput, bukannya di pinggir jalan. Posisi yang ganjil ini yang kemudian viral di medsos, karena warga Jakarta harus menginjak rumput bila ingin naik ke bus.

    Baca: Tersenyum, Begini Anies Baswedan Balas Kritikan Tsamara Amany

    Arifin menjelaskan, pada desain awal letak halte akan maju hingga ke tepi jalan, seperti halte di depan Hotel Le Meriden, Jalan Sudirman. Ditargetkan, pemindahan halte dilakukan usai Asian Games 2018. 

    "Jadi nanti area taman kita ganti pakai lantai. Taman di daerah halte hilang," ujar Arifin.

    Arifin berujar, WIKA membenahi 2,5 kilometer trotoar di Jalan Jenderal Sudirman, baik arah ke Bundaran Hotel Indonesia atau Senayan. Patokannya dari Patung Pemuda Membangun yang terletak di bundaran air mancur Senayan hingga Hotel Sultan.

    Karena Asian Games sudah di depan mata, WIKA memutuskan tidak membongkar halte. Lahan yang sedianya akan dibangun halte, untuk sementara ditanami rumput.

    "Tidak memungkinkan selesai. Mana yang bisa kita kerjakan yang penting fungsionalnya masih bisa," jelas dia.

    Sebelumnya, foto berjudul Jakarta Menyambut Asian Games memperlihatkan kondisi halte tak terintegrasi jalan viral di media sosial. Isinya membuat pertanyaan bagaimana pengguna naik bus dari halte jika keduanya dipisahkan hamparan rumput di antara trotoar.

    Akun Facebook Humor Politik yang pertama kali membuat meme kondisi halte di trotoar rumput itu. Hingga saat ini, meme itu sudah dibagikan oleh lebih dari 4.000 netizen atau warganet dan disukai 9 ribu orang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.