Identitas Diketahui, 2 Perampok Minimarket Serpong Dikejar Polisi

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rekaman CCTV minimarket yang menunjukkan korban dibawah ancaman senjata tajam

    Rekaman CCTV minimarket yang menunjukkan korban dibawah ancaman senjata tajam

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan- Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tangerang Selatan Ajun Komisaris Alexander Yurikho mengatakan sudah mengantongi identitas perampok minimarket di Jalan Boulevard Graha Raya, Paku Jaya, Serpong Utara, Tangerang Selatan, pada Selasa, 24 Juli 2018.

    Baca juga: Polisi Usut Penipuan Biro Umroh di Bekasi Senilai Rp 2,09 Miliar

    "Identitas pelaku sudah kita ketahui dan saat ini tim Vipers sedang mengejar kedua pelaku yang terekam kamera CCTV mini market ini," kata Alexander, Kamis, 26 Juli 2018.

    Menurut Alexander, saat melihat hasil rekaman CCTV kedua pelaku diduga melakukan tindakan pencurian dengan menodongkan senjata tajam dan senjata api.

    "Korban mengalami kerugian uang sebesar Rp 17 juta yang tersimpan di brankas. Yang menjadi korban adalah pelayan minimarket ada dan kemudian dipaksa untuk membuka brankas," ujar Alexander.

    Meski di dalam CCTV tersebut terlihat dua orang, ujar Alexander, namun pihaknya akan menyelidiki siapa saja orang yang mungkin membantu kedua pelaku tersebut.

    "Selain uang, barang-barang lain yang diambil sedang di verifikasi oleh korban. Sementara belum ada tindak kekerasan terhadap korban," imbuh Alexander.

    Minimarket di Jalan Boulevard Graha Raya menjadi korban perampokan dua orang bersenjata. Menurut M (25 tahun), kepala toko mini market, kejadiannya pada Selasa, 24 Juli 2018, pukul 06.00 WIB. Saat itu seorang pegawainya yang berinisial A didatangi dua orang pelaku, lantas ditodong menggunakan senjata api.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.