Terhimpit Dua Proyek Tol, Begini Kondisi SMPN 13 Depok

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan Tol Depok-Antasari atau Desari di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, 1 Juni 2018. Ruas tol Antasari hingga Brigif, Cinere, ini membentang sejauh 5,8 kilometer. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan Tol Depok-Antasari atau Desari di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, 1 Juni 2018. Ruas tol Antasari hingga Brigif, Cinere, ini membentang sejauh 5,8 kilometer. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Depok - Kepala SMPN 13 Kota Depok Hehen Hendra mengatakan aktivitas belajar mengajar di sekolah itu sudah tidak kondusif karena ada dua proyek tol di dekatnya. Dua proyek tol itu adalah jalan tol Depok-Antasari dan tol Cinere-Jagorawi. 

    Baca: Tergusur Tol Cijago, Dua SD Depok Sepi Pendaftar 

    Hingga Rabu lalu, aktivitas belajar tetap berlangsung di SMP Negeri 13 Kota Depok. Terlihat beberapa siswa berolahraga di sekolah yang terdapat di Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo itu.

    “Sebenarnya sudah tidak kondusif untuk belajar karena pembangunan tol sudah berjalan,” ujar Hehen Hendra saat ditemui Tempo, Rabu, 25 Juli 2018.

    Menurut Hehen, lahan milik sekolahnya itu terkena dua proyek tol. Ada sembilan ruangan di belakang sekolah yang terkena proyek tol Depok-Antasari. “Nanti di halaman itu dibangun tol Cinere-Jagorawi, jadi di daerah Krukut ini jadi irisan dua tol itu,” ungkap dia.
     
    Dari 7.540 meter persegi luas lahan SMPN 13, sekitar 1.750 meter persegi terkena proyek tol. "Ada sepertiga atau seperempat yang terkena," ujarnya. 
     
    Hehen berharap bangunan sekolah dipindahkan walaupun hanya sebagian lahan yang terkena proyek tol. Dia kuatir akses menuju sekolah terhambat. “Kalau mau masuk ke sekolah nanti lewat mana,” katanya.
     
    Alasan pemindahan atau relokasi sekolah adalah keselamatan dan kesehatan para siswa. Jumlah siswa SMPN 13 Depok sekitar 1.080 orang. 
     
    “Dari segi udara seperti gas buang pasti terhirup oleh anak-anak sekolah. Belum debunya, belum suara,” katanya.

    Baca: SD Kemirimuka Akhirnya Tempati Lahan Baru  

     
    Pemantauan Tempo, lokasi di sekitar gedung SMPN 13 telah dilakukan pengerjaan proyek tol Depok-Antasari. Terlihat tiga buah ekskavator melakukan pengerukan tanah. Bangunan rumah di sebelah sekolah telah dirobohkan.
     
    Hehen menjelaskan bahwa telah berkordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Depok dan Sekretaris Daerah Kota Depok untuk pemindahan gedung sekolah. Pemkot juga meminta ke Badan Pengelola Jalan Tol ( BPJT) untuk dicarikan lokasi baru. 

    “Kalau melihat aspek Amdal, dari segi kesehatan tidak memadai kalau sekolah masih di sini,” ujarnya.

    Hehen berharap lokasi baru SMPN 13 tidak terlalu jauh dari tempat sekarang. Luas lahan juga tidak boleh kurang daripada saat ini. “Mungkin di kecamatan yang sama karena sekarang sudah ada sistem zonasi untuk penerimaan siswa.”
     
    Kepala Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Herry Trisaputra Zuna menyampaikan bahwa untuk gedung sekolah yang terkena proyek tol telah ada ketentuannya. Jadi kalau bangunan sekolah itu harus dicarikan lokasi baru. “Nanti dibangunkan,” katanya.
     
    Paling penting, kata Herry, aktivitas belajar mengajar tidak boleh berhenti akibat proyek tol. Prosedurnya bisa disewakan lahan sementara dulu. “Bisa dibangunkan dulu kemudian pindah, jadi tinggal diikuti ketentuan saja,” katanya.
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.