Relawan Asian Games 2018 Hanya Boleh Naik Grab? Respon Inasgoc...

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Relawan Asian Games 2018 yang berasal dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) universitas se-Jadebotabek menyerukan gerakan No Need to Worry, tak khawatir teror bom. (INASGOC)

    Relawan Asian Games 2018 yang berasal dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) universitas se-Jadebotabek menyerukan gerakan No Need to Worry, tak khawatir teror bom. (INASGOC)

    TEMPO.CO, Jakarta -Juru Bicara Indonesia Asian Games Organizing Committee (Inasgoc) Muhammad Burdansyah menyanggah kabar burung soal larangan relawan Asian Games 2018 menumpangi moda transportasi online lain selain Grab. 

    Burdansyah mengatakan isu yang beredar itu tidak benar.

    Baca : Sandiaga: Pelican Crossing di Bundaran HI Rampung Sebelum 31 Juli

    “Ya boleh lah,” kata Burdansyah ketika dikonfirmasi kebenaran tentang larangan ini, saat dihubungi Tempo Kamis 26 Juli 2018. Ia mengatakan memang benar Inasgoc menggandeng Grab sebagai rekanan untuk transportasi selama Asian Games 2018, tetapi bukan berarti relawan tidak boleh menggunakan transportasi online yang lain.

    Ilustrasi ojek online GrabBike. REUTERS/Garry Lotulung

    “Jadi begini, kami memang memberikan relawan ongkos dengan cara mengisi e-money mereka untuk membayar Grab. Pake apapun juga kalau pake uang sendiri, ya boleh,” kata Burdansyah menjelaskan.

    Simak pula : Anies Liburkan 34 Sekolah Saat Asian Games 2018, Ini Daftarnya

    Diakuinya Grab menjadi cadangan dari bus Transjakarta yang menjadi fasilitas gratis bagi para relawan Asian Games di Jakarta, dalam keadaan tertentu. Salah contohnya seperti saat relawan akan menuju venue dari halte Transjakarta.

    Sebelumnya telah beredar kabar bahwa Grab harus menjadi satu-satunya alat transportasi online yang terpasang di gawai para relawan Asian Games 2018. Sedangkan aplikasi lain tidak boleh digunakan, dan harus dihapus dari gawai.

    FIKRI ARIGI | DA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.