Penembakan Herdi di Pejagalan, Polisi Tangkap Tiga Orang

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penembakan. dentistry.co.uk

    Ilustrasi penembakan. dentistry.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi menangkap tiga orang yang diduga terlibat penembakan terhadap Herdi Sibolga, 45 tahun. Pegawai swasta itu ditembak di kepala dan dadanya pada pekan lalu di dekat rumahnya di Pejagalan Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

    "Ketiganya masih diperiksa secara intensif oleh penyidik untuk mengetahui peran dan motifnya,” kata Juru bicara Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, Kamis, 27 Juli 2018. “Termasuk apakah ini sindikat, kelompok, atau (bertindak) sendiri."

    Baca: 1 Orang Ditangkap Kasus Tembak Mati di Pejagalan, Motifnya?

    Sebelumnya, Polres Jakarta Utara menyebutkan ditemukan dua proyektil peluru kaliber 9 milimeter di lokasi kejadian, tapi tak ditemukan selongsong peluru. Berdasarkan analisis sementara, peluru tersebut buatan pabrik.

    Argo menyatakan belum mendapatkan informasi dari laboratorium forensik tentang pistol yang digunakan untuk membunuh Herdi. "Memang ada dugaan selongsong peluru buatan PT Pindad. Tapi kami masih harus menunggu hasil laboratorium forensik."

    Herdi adalah pengusaha dan pembuat dokumen kapal. Dia tinggal di Jalan Jelembar Fajar, Gang Code, Nomor 7D RT 002/RW 07, Penjaringan, bersama istri dan empat anaknya. Dia ditembak dua kali di dekat gang rumahnya tak lama setelah turun dari mobil.

    Baca: Polisi Duga Penembakan di Penjagalan Bukan Perampokan

    Seorang saksi mata mengatakan, pelaku yang menembak Herdi memiliki ciri berambut cepak. Sedangkan satu pelaku lagi mengendarai sepeda motor Yamaha NMAX abu-abu untuk menjemput eksekutor.

    Pengusutan kasus penembakan ini telah diserahkan ke Polda Metro Jaya karena dianggap menonjol dan mendapat perhatian dari Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Idham Azis. "Mungkin (pengusutan kasusnya) butuh pengaman yang ekstra juga, ya," kata Kepala Polres Jakarta Utara, Komisaris Besar Reza Arief Dewanto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.