Gerhana Bulan, Sandiaga: Ada Instruksi Mengabadikan Momen Indah

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berbicara saat menghadiri acara Ngobrol @tempo di Jakarta, Kamis, 26 Juli 2018. Ngobrol @tempo membahas kesiapan Jakarta menyambut Asean Games 2018. TEMPO/Subekti

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berbicara saat menghadiri acara Ngobrol @tempo di Jakarta, Kamis, 26 Juli 2018. Ngobrol @tempo membahas kesiapan Jakarta menyambut Asean Games 2018. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengajak masyarakat untuk menyaksikan fenomena gerhana bulan total dinihari, Sabtu, 28 Juli 2018. "Ada instruksi bagi masyarakat untuk menyiapkan momen yang indah ini untuk diabadikan," kata Sandiaga di Lapangan Monas, Jakarta Pusat pada Jumat, 27 Juli 2018.

    Sandiaga menjanjikan hadiah kepada masyarakat yang berhasil membuat foto terbaik gerhana bulan. “Silakan masyarakat berlomba-lomba mengabadikannya dan dikirim ke Jakarta Smart City,” kata dia. "Hadiahnya lagi dipikirkan, kalau sama saya langsung saya kasih hadiah."

    Baca: Gerhana Bulan 28 Juli, LAPAN: Terlama Abad Ini

    Sebelumnya Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin mengatakan, fase gerhana bulan pada 28 Juli nanti akan dimulai pukul 01.24  dan berakhir pad 05.19 WIB. “Ini gerhana bulan terlama yang terjadi pada abad ini,” katanya, Kamis lalu.

    Sandiaga tidak memiliki rencana melek semalaman untuk menunggu fenomena alam itu. Namun dia telah meniatkan diri untuk menyaksikan gerhana bulan sebelum salat subuh. "Jam lima pagi ya bisa sebelum subuh saya lihat nonton bareng," kata Sandiaga.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.