Polisi Bekasi Periksa Politikus PKS Mardani Ali Sera

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi memeriksa tempat kejadian perkara pelemparan bom molotov di halaman rumah Politisi PKS Mardani Ali Sera, di kawasan Jatimakmur, Bekasi, Jawa Barat, Kamis, 19 Juli 2018. ANTARA FOTO/Risky Andrianto

    Polisi memeriksa tempat kejadian perkara pelemparan bom molotov di halaman rumah Politisi PKS Mardani Ali Sera, di kawasan Jatimakmur, Bekasi, Jawa Barat, Kamis, 19 Juli 2018. ANTARA FOTO/Risky Andrianto

    TEMPO.CO, Bekasi - Penyidik Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota memeriksa Mardani Ali Sera, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Pemeriksaan terkait pelemparan bom molotov di rumah Mardani Ali Sera di kawasan Jatimakmur, Pondok Gede, pada Rabu dini hari, 18 Juli 2018.

    Baca:
    Rumah Dibom Molotov, Mardani Ali Sera Kira Mangga Jatuh
    Setelah Dibom Molotov, Rumah Mardani Ali Sera Dijaga FPI

    “Beliau kami periksa di Polsek Pondok Gede,” kata Kepala Polres Metro Bekasi Kota, Komisaris Besar Indarto, Jumat 27 Juli 2018.

    Indarto menerangkan, Mardani yang merupakan ketua DPP PKS itu enggan diperiksa di Mapolres Metro Bekasi Kota. Alasannya, jarak yang cukup jauh dari rumah di Pondok Gede.

    “Kami tak mempermasalahkan lokasi pemeriksaan. Tim dari Polres yang ke Polsek," kata Indarto.

    Indarto mengaku belum mendapat laporan dari penyidik tentang hasil pemeriksaan. Mardani Ali Sera adalah orang yang mempopulerkan #2019GantiPresiden. "Tapi pertanyaan yang dilayangkan tentunya masih berkaitan dengan pelemparan molotov," kata Indarto.

    Baca juga:
    Percaya Diri Nyaleg, Ahmad Dhani: Tak Perlu Galang Massa

    Penyidik, menurut Indarto, ingin mengetahui keberadaan Mardani Ali Sera ketika terjadi pelemparan itu. Sebab, dalam peristiwa itu kediamannya hanya dihuni oleh tiga orang, di antaranya seorang asisten rumah tangga, dan dua anak kecil yang merupakan anggota keluarga Mardani.

    Pemeriksaan, Indarto menambahkan, juga bertujuan meminta pandangan tentang dugaan motif. "Keterangan itu sebagai bahan masukan kepada kami untuk dikembangkan," katanya.

    Pelemparan bom molotov terjadi pada Pukul 03.00 WIB tersebut. Tidak ada korban maupun kerugian materi. Diduga api dari bom molotov langsung padam sesaat setelah dilemparkan karena keluarga hanya mendapat pecahan botol di halaman.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.