Jumat, 14 Desember 2018

Viral Pesan Hoax Radiasi Akibat Gerhana Bulan, BMKG Bilang Begini

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto klase saat fase terjadinya fenomena gerhana bulan. TEMPO/Eka Novianto

    Foto klase saat fase terjadinya fenomena gerhana bulan. TEMPO/Eka Novianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Deputi Bidang Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Muhamad Sadly mengatakan banyak hoax yang viral terkait dengan fenomena gerhana bulan total dinihari tadi, termasuk mengenai radiasi.

    "Jadi kami selain melakukan pemantauan, harus menjelaskan ke masyarakat," kata Sadly di sela-sela pemantauan gerhana bulan total di Gedung A BMKG, Jakarta, Sabtu dinihari, 28 Juli 2018. Tak terkecuali viral pesan mengenai radiasi itu.

    Baca : Terlama, Ratusan Warga Jakarta Jadi Saksi Gerhana Bulan Juli 2018

    Sadly meminta masyarakat tidak mempercayai pesan-pesan berantai yang dikirimkan melalui aplikasi perpesanan instan begitu saja, apalagi bila tidak disertai sumber yang jelas.

    Masyarakat diminta mempercayai informasi yang disampaikan lembaga-lembaga resmi pemerintah, termasuk BMKG, yang disalurkan melalui berbagai saluran. "Misalnya aplikasi 'Info BMKG' yang dapat diunduh dan dipasang di ponsel. Kami juga meminta media massa memberitakan hal yang benar," tuturnya.

    Sebelumnya beredar pesan berantai yang isinya memperingatkan masyarakat terhadap radiasi ponsel yang berbahaya akibat peristiwa gerhana bulan total.

    Sadly mengatakan peristiwa gerhana bulan yang terjadi pada 28 Juli 2018 dinihari merupakan peristiwa langka karena merupakan gerhana bulan total terlama pada abad ke-21.

    Simak juga: Begini Warga Jakarta di TIM Nobar Gerhana Bulan Juli 2018 Sambil Tiduran

    "Proses gerhana bulan terjadi selama enam jam 17 menit, dengan gerhana bulan total mencapai 103 menit, merupakan yang terlama hingga lebih dari 100 tahun ke depan," tuturnya.

    Isu viral pesan radiasi yang dikaitkan dengan gerhana bulan bukan tak mungkin terjadi lagi saat terjadi gerhana bulan total dengan fase totalitas lebih lama pada 9 Juni 2123, yaitu mencapai 106 menit. Namun peristiwa tersebut tidak akan dapat teramati dari Indonesia. Gerhana bulan total dengan fase totalitas yang lebih lama dan dapat diamati dari Indonesia baru akan terjadi pada 19 Juni 2141, yang mencapai 106 menit.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sayap OPM Kelompok Egianus Kogoya Meneror Pekerjaan Trans Papua

    Salah satu sayap OPM yang dipimpin oleh Egianus Kogoya menyerang proyek Trans Papua yang menjadi program unggulan Jokowi.