Pelaku Pembunuhan Herdi Ditangkap, Ini Peran Masing-Masing

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Divisi Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Prabowo Argo Yuwono merilis penangkapan empat pembunuh bayaran yang menghabisi nyawa pengusaha bernama Herdi Sibolga di Polda Metro Jaya, 28 Juli 2018. Tempo/Imam Hamdi

    Kepala Divisi Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Prabowo Argo Yuwono merilis penangkapan empat pembunuh bayaran yang menghabisi nyawa pengusaha bernama Herdi Sibolga di Polda Metro Jaya, 28 Juli 2018. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi menangkap empat pelaku pembunuhan pengusaha Herdi Sibolga, 45 tahun, yakni AS (41), JS (36), PWT (32) dan SM (41). "Mereka mempunyai peran masing-masing untuk menghabisi nyawa Herdi," kata juru bicara Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Prabowo Argo Yuwono, Sabtu, 28 Juli 2018.

    Baca juga: Anies Baswedan Minta Staf Khusus Jangan Memperkeruh Kali Item 

    Pengusaha dan pembuat dokumen kapal itu tinggal bersama istri dan empat anaknya di Jalan Jelambar Fajar, Gang Code, Nomor 7D RT 002/RW 07, Penjaringan, Jakarta Utara. Herdi ditembak dua kali di dekat gang rumahnya tak lama setelah turun dari mobil, pada pekan lalu.

    Awalnya, kata Argo, polisi menangkap JS yang berperan sebagai joki motor yang digunakan untuk membonceng AS. AS adalah eksekutor yang menembak mati korban. Setelah menangkap JS, polisi menangkap AS dan PWT. "Lalu kemarin ditangkap lagi SM."

    Argo menuturkan, PWT dan SM merupakan pelaku yang berperan untuk memetakan keseharian korban. "Sudah beberapa hari dipetakan. Bahkan sampai tempat makan yang biasa korban datangi," ujar Argo. "PWT juga berusaha menyembunyikan motor dan juga mengawasi korban."

    Para tersangka dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Mereka terancam pidana mati atau seumur hidup, atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun. "Pembunuhan ini memang direncanakan," ujar Argo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.