Senin, 17 Desember 2018

Pembuang Bayi Saat Gerhana Bulan di Bogor Terekam CCTV Masjid

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bayi. indiatimes.com

    Ilustrasi bayi. indiatimes.com

    TEMPO.CO, Bogor - Sosok tubuh yang diduga orang tua pembuang bayi saat gerhana bulan di Villa Nusa Indah 2, Bojong Kulur, Kecamatam Gunung Putri, Kabupaten Bogor, terekam kamera CCTV masjid.

    Baca juga: Setelah Jaring Penutup, Anies Coba Larutan Pewangi di Kali Item

    “Betul pelaku terekam kamera, dan saat ini masih terus kita selidiki,” kata Kepala Kepolisian Sektor Gunung Putri, Komisaris Yudi Kusyadi saat dikonfirmasi Tempo, Sabtu 28 Juli 2018.

    Warga Villa Nusa Indah 2,digegerkan dengan penemuan sesosok bayi perempuan yang disimpan dalam kardus di pelataran masjid, Sabtu dinihari, 28 Juli 2018.

    Yudi belum bisa memastikan motif pembuangan bayi tersebut, “Kami belum bisa pastikan, apakah bayi hasil hubungan gelap atau faktor ekonomi atau bagaimana, masih melakukan penyelidikan untuk pelaku dan motif,” kata Yudi.

    Yudi mengatakan, menurut keterangan saksi dari warga, tidak ada satupun warga sekitar komplek yang sedang hamil sebelum ditemukannya sesosok bayi tersebut.

    “Warga sekitar belum ada yang dicurigai, karena tidak ada yang sedang hamil sebelum bayi ditemukan,” kata Yudi.

    Dalam rekaman CCTV masjid yang didapat Tempo, sekitar pukul 03.50, seorang perempuan mengenakan helm merah, jaket dan rok pendek hitam serta sendal jepit hitam, terlihat menurunkan sebuah kardus warna coklat yang diletakkan di motor matic hitammnya dan dipindahkan persis di tangga kedua masjid.

    Kejadian tersebut masyarakat sedang menyaksikan fenomena alam gerhana bulan.  “Sembari menyelediki kasus ini, kita akan membantu untuk keperluan bayi seperti kelengkapannya,” kata Yudi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".