Info Lowongan Kerja Rumah Sakit UI Dibantah

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kampus UI Depok. dok/twitter.com/univ_indonesia/media KOMUNIKA ONLINE

    Kampus UI Depok. dok/twitter.com/univ_indonesia/media KOMUNIKA ONLINE

    TEMPO.CO, Depok - Kampus Universitas Indonesia membantah informasi yang tersebar bahwa Rumah Sakit UI sedang membuka lowongan kerja. Informasi yang menyebar lewat media sosial itu menyebut sejumlah posisi yang ditawarkan seperti dokter, perawat, serta penunjang medis dan non medis.

    Baca:
    Universitas Indonesia Terima 3.493 Mahasiswa Lewat Jalur Simak

    “Tidak benar. Untuk sekarang belum ada rekrutmen pegawai atau pengumuman lowongan pekerjaan,” kata juru bicara Universitas Indonesia, Rifelly Dewi Astuti, Senin 30 Juli 2018.

    Menurut Rifelly, kabar tentang lowongan kerja itu tidak resmi dari manajemen RSUI. Penerimaan karyawan, dia menambahkan, juga tidak pernah dilakukan melalui media sosial seperti WhatsApp.

    “Informasi penerimaan pegawai RSUI hanya dapat dilihat melalui situs resmi UI dan situs resmi RSUI ,” kata dia lagi.

    Sebelumnya, informasi yang tersebar menyebutkan bahwa RSUI menerima pegawai untuk posisi dokter, perawat, serta penunjang medis dan non medis. Untuk posisi dokter didetilkan pula yang dibutuhkan adalah dokter umum dan spesialis.

    Baca juga:
    Anies Tuding Berpolitik Soal Perombakan Pejabat DKI, Ini Jawab KASN 
    Ini Alasan Anies Pertahankan Industri Tahu Tempe Kali Item

    Dalam pesan yang tersiar berantai itu tertulis pula keterangan kesempatan bagi perawat lewat lowongan IPCN  (Infection Prevention and Control Nurse) bersertifikasi. Ada juga tertulis posisi ahli gizi, apoteker, radiografer fisioterapi, analis laboratorium, dan rekam medis. 

    Bahkan di info lowongan kerja dicantumkan email untuk pengiriman berkas yakni rsui@ui.ac.id.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.