Warga Setempat Akui Bau Kali Item Susut, Aksi Tabur Bubuk Manjur?

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Jakarta menabur bubuk penghilang bau di Kali Sentiong atau Kali Item, Kemayoran, Jakarta Utara, 29 Juli 2018. Tempo/Imam Hamdi

    Warga Jakarta menabur bubuk penghilang bau di Kali Sentiong atau Kali Item, Kemayoran, Jakarta Utara, 29 Juli 2018. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Warga yang bermukim di sekitar Kali Sentiong atau Kali Item, Kemayoran, Jakarta Pusat, mengakui adanya pengurangan bau tak sedap dari kali tersebut. 

    Nama Kali Item sebenarnya sudah ada untuk bagian sodetan antara Kali Sentiong dan Sunter, tapi nama yang sama akhirnya populer untuk bagian yang lain karena warna dan bau yang serupa.

    Salah satu warga Jakarta tersebut adalah Wiwin, 39 tahun, yang rumahnya tepat menghadap ke Kali Item.

    Baca : Waring Kali Item, Anggota DPRD DKI Ini Sebut Cuma Menutupi Borok

    “Kalau sekarang udah jauh berkurang dibandingkan kemarin-kemarin,” ujar Wiwin saat ditemui Tempo di pinggir Kali Sentiong, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin, 30 Juli 2018.

    Menurut dia, masyarakat setempat sebelumnya telah terbiasa dengan bau tak sedap yang keluar dari kali sepanjang 700 meter itu lantaran telah tinggal di sana puluhan tahun. “Bau got, gitu, karena sampah. Tapi sekarang sudah tidak begitu kecium,” kata dia.

    Hal senada juga disampaikan oleh Margiono, 63 tahun, warga yang biasa nongkrong di salah satu bengkel yang menghadap ke Kali Sentiong. Ia juga menuturkan ihwal berkurangnya bau setelah Pemerintah Provinsi membersihkannya. “Sudah, sudah berkurang. Gak menyengat seperti sebelumnya,” kata dia.

    Seorang pedagang ikan di Pasar Serdang, Kemayoran Jakarta Pusat tengah membuang limbah bekas penyisikan ikan dagangannya ke drainase yang mengalir ke Kali Sentiong (Kali Item), pada Senin, 30 Juli 2018. TEMPO/Adam Prireza

    Kali Sentiong atau Kali Item berlokasi di tengah-tengah di antara Jalan Rd. H. Keneng Mudatsir dan Jalan Sunter Jaya. Tercemar limbah rumah tangga dan industri hingga airnya hitam, Kali Sentiong memunculkan bau tak sedap yang bisa mengganggu para atlet Asian Games 2018.

    Tempo membuktikan dengan duduk di pinggiran Kali Sentiong selama sekitar 10 menit. Bau tak sedap yang keluar dari kali itu memang sudah berkurang jika dibandingkan saat Tempo berkunjung 20 Juli 2018 lalu. Saat itu, bau yang keluar dari Kali Sentiong benar-benar menyengat hidung.

    Meski begitu, sekarang masih tercium bau tak sedap dari Kali Sentiong secara samar-samar. Terlebih ketika angin sedang berhembus kencang.

    Simak juga :

    Sandiaga Beri Nama Prabowo dan Jokowi Buat Dua Penyu Pulau Sebira
    Begini Ahmad Dhani Yakin Prabowo Mau Ikuti Hasil Ijtima Ulama GNPF

    Berbagai upaya dilakukan untuk mengatasi bau tak sedap dari Kali Sentiong dekat Wisma Atlet Kemayoran. Di wisma itu sebagian dari 15 ribu atlet Asian Games 2018 dari 45 negara akan mondok 18 Agustus – 2 September.

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengerahkan teknologi nano bubble, mencampurkan penjernih air dan penghilang bau, hingga menutup kali dengan kain waring hitam terhadap Kali Item. Sementara pemerintah pusat lewat Kementerian PUPR juga merekayasa aliran dengan menambah debit air Kali Item yang diharapkan membawa pergi bau.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.