Asian Games, BPTJ Kurangi Waktu Pembatasan Truk di Tol JORR

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kemacetan di tol JORR, dari Jati Asih menuju Cikunir, 5 Mei 2016. Kemacetan terjadi karena banyaknya kendaraan menuju tol Cikampek. twitter.com/tmcpoldametro

    Kemacetan di tol JORR, dari Jati Asih menuju Cikunir, 5 Mei 2016. Kemacetan terjadi karena banyaknya kendaraan menuju tol Cikampek. twitter.com/tmcpoldametro

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Pengelola Transportasi Jakarta (BPTJ) Kementerian Perhubungan Bambang Prihartono mengatakan pihaknya berencana mengurangi waktu pembatasan kendaraan pengangkut barang atau truk yang melintas di jalan Tol Lingkar Luar Jakarta atau atau Jakarta Outer Ring Road (JORR). Pemberlakuannya mulai hari pertama Asian Games 2018, yakni 18 Agustus 2018. 

    Baca juga: Pintu Tol Ditutup, Waktu Tempuh Atlet Asian Games 30 Menit

    “Kemarin pembatasan melintas bagi truk kami atur pukul 06.00-21.00 WIB. Ini kami kurangi menjadi 06.00-19.00 WIB,” kata Bambang di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 1 Agustus 2018.

    Sebelumnya, dipastikan tak diizinkan melewati Tol Dalam Kota mulai 18 Agustus sampai dengan 2 September 2018. Pengemudi kendaraan angkuran barang bisa menggunakan Tol JORR sebagai jalur alternatif.

    Pengurangan tersebut, ujar Bambang, mempertimbangkan efektivitas arus pengiriman logistik. Selain itu, para pengusaha truk meminta agar pembatasan tidak dilakukan selama 15 jam karena produktivitas mereka dianggap dapat terganggu.

    “Kami berharap pengurangan waktu batasan buat truk ini tidak mempengaruhi perjalanan atlet,” ucap Bambang.

    Pembatasan bagi truk untuk melintas di tol dalam kota merupakan salah satu dari tiga paket kebijakan lalu lintas saat perhelatan Asian Games.

    Adapun dua paket kebijakan lainnya adalah manajemen rekayasa lalu lintas yang mencakup perluasan sistem ganjil genap serta buka tutup jalan tol, serta penyediaan angkutan umum.

    Tujuannya untuk mengurangi volume kendaraan roda empat di jalan arteri selama Asian Games berlangsung.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.