Tawuran Pelajar Kembali Pecah di Bogor, Siswa SMP Tewas Dicelurit

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tawuran. TEMPO/Iqbal Lubis

    Ilustrasi tawuran. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Jakarta Tawuran pelajar kembali pecah di Kota Bogor. Tragedi yang menewaskan M. Irgi Septiadin, 15 tahun, siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Terbuka Cibungbulang 2 itu terjadi di samping Rumah Makan Sekar Wangi, Terminal Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Selasa, 31 Juli 2018.

    Baca juga: Penyebab Ketua DPRD DKI Prasetyo Dorong Anies Keruk Kali Item

    Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Bogor Kota Komisaris Agah Sonjaya mengatakan korban Irgi diduga tewas karena luka parah di bagian dada akibat tertusuk senjata celurit.

    "Menurut warga, kedua kelompok yang tawuran ini masih anak di bawah umur," katanya di Polsek Bogor Barat, Rabu malam, 1 Agustus 2018.

    Korban, kata Agah, sempat dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciawi menggunakan ambulans. "Namun korban tewas saat dalam perjalanan ke RSUD Ciawi,” ujarnya.

    “Kami menangkap dua orang siswa SMP yang diduga menjadi pelaku tawuran" ucapnya. Dua pelajar tersebut berasal dari SMP di Ciampea dan sekolah menengah kejuruan (SMK) di Cibungbulang.

    "Kami masih mendalami kasus tawuran pelajar ini dan sudah ada sejumlah pelajar yang diamankan di kantor untuk dimintai keterangan," tutur Agah.

    Berdasarkan keterangan sementara dari sejumlah saksi yang diperiksa penyidik, tawuran pelajar itu terjadi pada Selasa, 31 Juli 2018, pukul 19.30.

    Para siswa yang masih menggunakan seragam sekolah itu bertemu di lokasi yang sudah ditentukan para pelaku tawuran, yakni belakang Terminal Bubulak.

    Kedua belah pihak yang menggunakan senjata tajam itu saling serang, dan berakhir dengan terkaparnya Irgi yang penuh luka sabetan celurit.

    Delapan siswa SMK Tri Dharma 3 dan SMK YKTB Kota Bogor diciduk kepolisian karena tawuran di Jalan Soleh Iskandar, Kota Bogor, pada hari pertama masuk sekolah, Senin, 16 Juli 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.