Pelajar Tewas dalam Tawuran di Bubulak, Polisi Tingkatkan Razia

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tewas/meninggal/mayat. Shutterstock

    Ilustrasi tewas/meninggal/mayat. Shutterstock

    TEMPO.CO, Bogor - Kapolresta Bogor Kota Komisaris Besar Ulung Sampurna Jaya menginstruksikan seluruh jajaran Polsek mengantisipasi tawuran pelajar dengan meningkatkan pengawasan di sekolah-sekolah. "Kami memerintahkan para Kapolsek dan perwira Binmas melakukan razia-razia terhadap sekolah-sekolah yang rawan tawuran," kata Ulung melalui siaran pers, Rabu, 1 Agustus 2018.

    Baca: Tawuran Pelajar Kembali Pecah di Bogor, Siswa SMP Tewas Dicelurit

    Menurut Ulung, tawuran pelajar ini harus mendapat perhatian serius. Dia juga menyatakan pelajar-pelajar yang terbukti terlibat akan ditindak secara tegas. “Pelaku akan diproses secara hukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” katanya.

    Ulung mengimbau masyarakat berperan aktif mencegah tawuran yang dapat merusak masa depan calon pemimpin bangsa. "Kasihan anak-anak kita ini, masa depannya akan jadi bagaimana kalau terlibat tawuran,” kata Ulung.

    Pada Selasa lalu, seorang pelajar SMP bernama M. Irgi Septiadin, 15 tahun, tewas setelah terlibat tawuran di Terminal Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Pelajar asal Cibungbulang, Kabupaten Bogor, itu menderita luka terbuka akibat sabetan senjata tajam.

    Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Komisaris Agah Sonjaya mengatakan sudah menangkap sejumlah pelajar yang diduga terlibat dalam tawuran itu. "Tapi kami belum menentukan siapa di antara mereka yang jadi pelaku atau saksi, karena kita masih gelar perkara," kata Agah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.