Senin, 22 Oktober 2018

Rencana Pembangunan Skybridge Tanah Abang Kurang Sosialisasi

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemerintah DKI Jakarta berencana membangun jembatan layang (skybridge) di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

    Pemerintah DKI Jakarta berencana membangun jembatan layang (skybridge) di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembangunan jembatan layang multiguna atau skybridge di Tanah Abang, Jakarta Pusat, yang sedianya dimulai hari ini, Kamis 2 Agustus 2018 ternyata belum disosialisasikan kepada para pedagang dan masyarakat di sekitarnya. Skybridge tersebut menghubungkan Blok G Pasar Tanah Abang dengan Stasiun Tanah Abang.

    Manajer Unit Perencanaan PD Pembangunan Sarana Jaya, Slamet Riyanto, mengatakan sosialisasikan proyek skybridge baru akan dilakukan pada Jumat, 3 Agustus nanti, bersamaan dengan dimulainya proyek.

    Baca juga: Proyek Sky Bridge Tanah Abang Rp 50 Miliar Dikebut

    "Di tanggal 3 (Agustus 2018) pasang banner. Untuk groundbreaking ini kami minta bantuan (pemerintah) DKI untuk sosialisasi," katanya seperti dikutip Koran Tempo, Kamis 2 Agustus 2018.

    Sosialisasi akan dilakukan oleh Wali Kota Jakarta Pusat dan dinas terkait. "Sudah bagi tugas. Kami (PD Pembangunan Sarana Jaya) berfokus ke pembangunan," ucap Slamet.

    Tempo memperhatikan belum ada spanduk atau baliho pemberitahuan di Jalan Jatibaru Raya, yang akan menjadi lokasi proyek. Pedagang kaki lima (PKL) di sana pun beraktivitas seperti biasa. Dagangan dibeber di lapaknya di ruas Jalan Jatibaru Raya.

    Sejumlah pedagang bahkan menyatakan tak tahu akan ada pembangunan skybridge hari ini. "Terus kami pindah ke mana dong? Belum dikasih tahu kalau mau dibangun (skybridge) tanggal 3," ujar Bunga, 37 tahun, pedagang baju di ujung Jalan Jatibaru Raya, kemarin.

    Adapun pedagang baju lainnya, Doni, mengatakan sudah tahu akan dibangun skybridge di tempat PKL mangkal. Namun, dia tak tahu pembangunan dilakukan mulai Jumat nanti.

    Slamet menjelaskan, PKL pun tak akan dipindahkan karena tak ada lahan sementara. Mereka akan diminta minggir untuk meminimalkan risiko kecelakaan. Pembangunan dimulai dengan pemagaran lokasi proyek dan memasang fondasi tapak untuk tiang skybridge. Pemasangan struktur akan dilakukan malam hari, yang 80 persennya sudah dirangkai sehingga tinggal dipasang di lokasi.

    Untuk itu, pengerjaan juga dilakukan pada siang hari. Jika hanya dikerjakan malam sampai pagi, menurut dia, dikhawatirkan pembangunan tak akan selesai sesuai dengan target, yakni Oktober 2018.

    PD Pembangunan Sarana Jaya juga memikirkan agar pembangunan tak membahayakan pedagang dan masyarakat di sekitarnya. Slamet mengatakan pembangunan tidak akan dilakukan serentak di Jalan Jatibaru Raya, melainkan per zonasi. Kawasan yang dibangun dibagi menjadi empat zona.

    Simak juga: Begini Pandangan PT KAI Tentang Sky Bridge Tanah Abang

    Zona pertama adalah di sekitar Pasar Blok G, sedangkan zona berikutnya sampai ke arah Stasiun Tanah Abang. Nantinya para PKL di Jalan Jatibaru Raya diminta bergeser ketika pengerjaan untuk meminimalkan risiko kecelakaan.

    Adapun Ketua Fraksi PDI Perjuangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta, Gembong Warsono, berpendapat proyek skybridge membahayakan PKL di bawahnya. Dia bahkan menilai pembangunan itu terburu-buru setelah DKI tak berhasil mendapatkan lahan sementara untuk PKL.

    "Ini petanda perencanaan tak matang," ujar Gembong, menjelaskan rencana skybridge Tanah Abang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.