Senin, 20 Agustus 2018

Cegah Penyakit Kuda Asian Games, Equistrian Park Steril 10 KM

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menggarap pembangunan arena Pacuan Kuda Jakarta Internasional Equestrian Park Pulomas (JIEPP) di Jakarta, 3 April 2018. PT Pulomas Jaya yang membangun venue ini optimis arena pertandingan cabang equestrian Asian Games itu akan mendapatkan sertifikat dari Organisasi Kesehatan Hewan Dunia pada Mei. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Pekerja menggarap pembangunan arena Pacuan Kuda Jakarta Internasional Equestrian Park Pulomas (JIEPP) di Jakarta, 3 April 2018. PT Pulomas Jaya yang membangun venue ini optimis arena pertandingan cabang equestrian Asian Games itu akan mendapatkan sertifikat dari Organisasi Kesehatan Hewan Dunia pada Mei. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta -  Menjelang Asian Games 2018, Pemerintah DKI Jakarta mensterilkan kawasan sekitar arena cabang olahraga equestrian hingga radius 10 kilometer. Sterilisasi tersebut demi mengamankan kuda-kuda internasional yang akan bertanding dalam cabang berkuda Asian Games 2018.

    Baca:
    Begini DKI Larang 35 Masjid Potong Hewan Kurban Saat Asian Games

    Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Darjamuni mengatakan pihaknya telah menyiapkan dokter hewan untuk mensterilkan daerah Pulomas. Dengan demikian, kawasan tersebut aman bagi kuda-kuda senilai miliaran rupiah tersebut.

    “Kami sudah siapkan dokter untuk mensterilkan daerah sini hingga radius 10 kilo meter, termasuk tim medis untuk memonitor kalau terjadi apa-apa,” kata Darjamuni usai menghadiri peresmian Jakarta International Equistrian Park Pulomas, Jakarta Timur pada Kamis, 2 Juli 2018.

    Meski begitu, tenaga medis tersebut hanya berupa cadangan. Sebab, para peserta Asian Games 2018 masing-masing telah memiliki dokter untuk kuda mereka.

    Baca:
    Asian Games, 2 Kecamatan Sekitar Pulomas Potong Kurban Gratis Tapi ...

    Sterilisasi itu, kata Darjamuni, untuk menghindari kuda peserta Asian Games 2018 tertular penyakit. Sebab, kuda-kuda lokal dikhawatirkan dapat menularkan penyakit pada kuda-kuda bertaraf internasional.

    “Dikhawatirkan itu akan menularkan penyakit, kuda-kuda sudah kita periksa semua. tapi kuda-kuda berstandar internasional kan lain kan. Apalagi dengar harga kudanya ada yang mencapai enam juta euro. Kalau mati atau terjadi apa-apa, ya enggak kebayar sama kita. Jadi kita sudah periksa semua kuda-kuda lokal yang ada di Jakarta,” kata Darjamuni.

    Menurut Darjamuni, pihaknya telah mulai mensterilkan 302 ekor kuda yang ada di Jakarta. Termasuk 72 ekor kuda yang terdampak langsung Asian Games 2018. Sterilisasi itu, kata Darjamuni, berlangsung mulai 1-15 Agustus 2018.

    Sementara, kawasan Equestrian juga disterilkan khusus untuk pemotongan hewan kurban hingga radius 1 kilomater. Hal itu untuk menghindari dampak terhadap kuda pacuan yang biasanya sangat sensitif bila mencium darah hewan lainnya.

    Baca juga:
    Begini Alur Atlet Asian Games Sejak Turun Pesawat Sampai Wisma

    Usai mengantongi tausiyah dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dinas KPKP DKI telah melakukan sosialisasi kepada 33 masjid yang terdampak program sterilisasi kurban.

    “Ada sekitar 33 masjid yang terdampak menjelang Asian Games. Awalnya ada dua yang resisten, tetapi sudah selesai kemarin. Dibantu oleh Wali Kota. Pada prinsipnya mereka semua menerima. Apalagi kita sudah dapat tausiyah dari MUI,” ucap Darjamuni.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Fakta Pembukaan Asian Games 2018

    Pembukaan Asian Games 2018 yang spektakuler menuai pujian dari warganet. Ini fakta-faktanya.