Tawuran Sadistis Pelajar, Ini Instruksi Gubernur untuk Tangsel

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tawuran/perkelahian pelajar/kekerasan di kampus/sekolah. Shutterstock

    Ilustrasi tawuran/perkelahian pelajar/kekerasan di kampus/sekolah. Shutterstock

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan - Gubernur Banten Wahidin Halim menyatakan prihatin atas peritiwa tawuran pelajar di Tangerang Selatan pada Selasa 31 Juli 2018 lalu. Dia mencemaskan tindakan sadistis dan pelanggaran hukum oleh para pelajar di wilayah tersebut.

    Baca:
    Tawuran Sadistis Pelajar di Tangsel, Gubernur Banten Turun Tangan

    "Bibit konflik itu sudah dibawa ke sekolah dan ditingkahi para alumni sehingga ada gengsi dan merasa harga diri terinjak dan terjadi tawuran,” kata Wahidin kepada wartawan di SMAN 7 Tangerang Selatan, Kamis 2 Agustus 2018.

    Di lokasi sekolah itu Wahidin mengumpulkan dua kepala SMK yang pelajarnya terlibat tawuran tersebut. Keduanya berasal dari SMK Bhipuri Cilenggang dan SMK Sasmita Jaya Pamulang.

    Para pelajar itu, diperkirakan berjumlah ratusan, tawuran di Jalan Raya Puspiptek, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang pukul 15.35 WIB. Dalam peristiwa itu, Ahmad Fauzan, 18 tahun, siswa SMK Sasmita Jaya menjadi korban luka tusuk pada wajahnya.

    Usai pertemuan, Wahidin menginstruksikan dibuat forum antar sekolah yang di dalamnya melibatkan pula perwakilan dari kepolisian untuk mencegah tawuran terulang. “Ada patok-patok di mana titik-titik tawuran itu, jadi saat tertentu agar dipantau jam pulang sekolah," kata Wahidin.

    Pemantauan, kata Wahidin, juga penting dilakukan di media sosial. Dia merujuk adanya saling ejek dan undangan untuk tawuran dalam media tersebut.

    Baca juga:
    Ramai Tilang Ganjil Genap di Pancoran, Denda Maksimal Tak Masalah
    Plat Nomor Palsu di Ganjil Genap, Tilang Dulu Pidana Kemudian

    Wahidin juga meminta Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan di Tangerang Selatan tidak diam. KCD diminta membuat forum diskusi bersama, antar OSIS dan antar sekolah baik SMA/SMK Negeri maupun Swasta.

    “Dapat mengadakan pagelaran maupun kompetisi antar sekolah untuk meningkatkan hubungan,” katanya sambil menambahkan, “Dikhawatirkan terdapat kecemburuan sosial antar sekolah sehingga kita perbaiki dimulai dari proses komunikasinya.”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.