Perluasan Ganjil Genap, Penumpang KRL Bertambah 23 Persen

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana di dalam KRL Commuter Line tujuan Jakarta di Stasiun Pasar Minggu, Jakarta, 12 Juni 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Suasana di dalam KRL Commuter Line tujuan Jakarta di Stasiun Pasar Minggu, Jakarta, 12 Juni 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Perluasan sistem ganjil genap di Jakarta berdampak pada lonjakan jumlah penumpang KRL Commuter Line dan Transjakarta. "Secara keseluruhan pada Rabu 1 Agustus ada peningkatan sekitar 23 persen dibandingkan Rabu 25 Juli 2018," kata VP Komunikasi Perusahaan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Eva Chairunisa kepada Tempo, Jumat, 3 Agustus 2018.

    Baca: Hari Pertama Ganjil Genap Diperluas, 230 Mobil Ditilang di Jaksel

    Sedangkan untuk Transjakarta, jumlah penumpang pada 1 Agustus mencapai 589.544 orang. Sehari kemudian angkanya menjadi 590,716 orang. “Sedangkan pada 2 Juli, jumlahnya hanya 572,214 orang," ujar Kepala Humas PT Transjakarta Wibowo.

    Untuk KRL, Eva menjelaskan, perbandingan itu dipilih berdasarkan hari yang sama, yakni Rabu. Tanggal 25 dipilih karena tanggal-tanggal sebelumnya masih masa libur Lebaran. Eva mengatakan, lonjakan jumlah penumpang tertingi tercatat di Stasiun Ancol. Di stasiun itu, PT KCI menambah 20 perjalanan pada 1 Agustus 2018.

    Stasiun lainnya yang juga mengalami peningkatan adalah Angke, Cikini, Cawang, Duri, Gondangdia, Jayakarta, Klender, Kramat Jati, Juanda, Karet, Grogol, Kampung Bandan, Sudirman, Pesing Tebet, Jakarta Kota, Sawah Besar dan Tanah Abang.

    Eva tidak menampik jika lonjakan ini sebagian besar dipengaruhi oleh perluasan sistem ganjil genap yang mulai efektif berlaku per 1 Agustus.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.