Proyek Baru Summarecon, Kawasan Bantargebang Bakal Berkembang?

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Truk sampah menunggu giliran bongkar muatan sampah di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, 5 November 2015. Penghadangan terhadap truk-truk sampah DKI Jakarta yang hendak melewati kawasan Cileungsi, mengakibatkan terlambatnya waktu tiba truk di Bantargebang, Bekasi. TEMPO/Subekti

    Truk sampah menunggu giliran bongkar muatan sampah di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, 5 November 2015. Penghadangan terhadap truk-truk sampah DKI Jakarta yang hendak melewati kawasan Cileungsi, mengakibatkan terlambatnya waktu tiba truk di Bantargebang, Bekasi. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Bekasi - Stigma kawasan Bantargebang, Kota Bekasi, sebagai tempat sampah dan bau diyakini bakal segera berubah. Penyebabnya, pembangunan yang terukur pesat di kawasan itu.

    Baca:
    Dana Bau Sampah Bantargebang Cair, Berapa Keluarga yang Menikmati?

    “Summarecon sudah mulai mengembangkan kawasan hunian di sana,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tata Ruang, Kota Bekasi, Koswara Hanafi, Sabtu 5 Agustus 2018.

    Koswara menunjuk peluncuran produk terbaru PT. Summarecon Agung Tbk di Pangkalan 6 Jalan Raya Narogong, Bantargebang, Kota Bekasi. Produk itu dinamai Srimaya Risidence, sebuah kawasan hunian terdiri dari 800 unit di atas lahan seluas 15 hektare dengan harga jual unit mulai Rp 340 juta.
     
    Menurut Koswara, pengembang besar seperti Summarecon tak lagi berpikir di sana ada gunungan sampah di atas lahan ratusan hektare. Gunungan samapah merujuk kepada Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Bantargebang milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Tempat Pembuangan Akhir Sumur Batu milik Pemerintah Kota Bekasi.

    Baca:
    Promosi Besar-besaran Meikarta Diserbu Pembeli

    Koswara menilai Summarecon dan pengembang lain mau berinvestasi di Bantargebang karena pembangunan di bagian selatan Kota Bekasi ditopang berkembangnya infrastuktur jalan yang dibangun pemerintah pusat. Misalnya Tol Jakarta-Cikampek 2 sisi selatan mulai dari Jatiasih sampai dengan Sadang, dan Tol Cibitung-Cimanggis.

    “Nanti ramp tol Jakarta-Cikampek 2 selatan juga ada di Bantargebang, kami sedang usul di sekitar Burangkeng,” ujar Koswara.

    Dia menambahkan, pengembangan wilayah Bantargebang sebagai sub kota bakal lebih cepat dibanding wilayah lain juga karena ditopang perkembangan daerah Transyogi. “Bantargebang bakal jadi kota nantinya,” kata Koswara.

    Baca juga:
    713 Caleg Berebut 50 Kursi DPRD Kota Bekasi, Peta Partainya?

    Executive Director PT. Summarecon Agung Tbk, Albert Luhur, menyatakan  tak khawatir lokasi Srimaya Residence tak jauh dari TPST Bantargebang. Ia mengatakan telah menyiapkan rencana meminimalisasi dampak gunungan sampah tersebut.

    “Kami akan tanam pohon mengelilingi kawasan, bahkan rencananya ada hutan yang menghalau bau sampah di sisi selatan,” ujar Albert yang mengaku kalau Summarecon sudah siap meluncurkan tahap dua dan tiga dari proyek unit permukiman tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.