Alasan Koalisi Kukuh Loket Asian Games di Trotoar Senayan Digusur

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kontainer penjualan tiket Asean Games 2018 berjajar menghalangi jalur sepeda di sepanjang trotoar kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat 3 Agustus 2018.

    Kontainer penjualan tiket Asean Games 2018 berjajar menghalangi jalur sepeda di sepanjang trotoar kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat 3 Agustus 2018.

    TEMPO.CO, Jakarta -Koordinator Koalisi Pejalan Kaki Alfred Sitorus meminta penyelenggara Asian Games membongkar kontainer loket di trotoar sepanjang Jalan Pintu Satu Senayan, Jakarta Selatan.

    "Jangan hanya digeser, tapi (kontainer loket Asian Games itu) memang harus digusur (dari trotoar)," kata Alfred saat dihubungi, Senin, 6 Agustus 2018.

    Menurut Alfred, penyelenggara telah merespon keluhan dari pesepeda karena sejumlah kontainer tersebut menutup jalur sepeda. Namun, penyelenggara hanya menggeser loket tersebut yang kini kembali memicu kisruh alias polemik.


    Baca : Kontainer Loket Asian Games Diprotes, Kementerian PUPR Bilang Ini

    "Sekarang sudah bukan digeser. Tapi dipindahkan ke tempat lain," ujarnya.

    Penyelenggara maupun pemerintah, kata Alfred, mesti memahami fungsi utama trotoar yang diperuntukan bagi pejalan kami. Jangan sampai, kata dia, demi suatu acara penyelenggata mencampuradukan fungsi trotoar bagi pejalan kaki dengan lainnya.

    Menurut Alfred, penempatan kontainer tersebut telah menzalimi pejalan kami dan penyandang disabilitas. Apalagi aturan yang dibuat selama ini trotoar hanya untuk pejalan kaki. "Mau dipatuhi atau dibangkang aturan yang dibuat pemerintah sendiri," ujarnya.

    Ia mengatakan koalisi pejalan kaki mendukung penyelenggaraan Asian Games. Namun, jangan merugikan orang lain, bahkan sampai menabrak aturan seenaknya.

    Pemerintah pun mesti memberikan kenyamanan bagi pejalan kaki dan disabilitas yang mau menyaksikan Asian Games. "Sebab pengunjung Asian Games bukan cuma yang bisa melihat. Jafi saya harap kita lebih bijaksana dan fungsikan trotoar sebagaimana mestinya."

    Direktur Media dan Public Relation Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) mengatakan alasan penempatan loket pembelian tiket Asian Games memang tidak bisa dibuat di dalam kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno.

    Kontainer tiket Asian Games 2018 di Jalan Pintu Satu Senayan, Jakarta, Ahad, 5 Agustus 2018. Tempo/M Yusuf Manurung

    "Karena orang enggak bisa masuk ke dalam kalau gak pegang tiket," ujar Danny kepada Tempo pada Ahad, 5 Agustus 2018.

    Danny menuturkan, INASGOC memang menyediakan loket didalam kawasan SUGBK, tepatnya disetiap venue-venue pertandingan Asian Games. Namun, penonton harus tetap memiliki tiket dari luar. "Misalnya dia sudah punya tiket basket ini dari luar, terus dia mau nonton bulu tangkis tapi belum punya tiket, dia bisa beli tiket di dalam," katanya.

    Simak juga :
    Sandiaga Uno: DKI dan Bazis Siapkan Bantuan Korban Gempa Lombok

    Alasan kedua, Danny melanjutkan, pemasangan kontainer tiket di sekitar pintu masuk SUGBK itu untuk memudahkan calon penonton membeli tiket.

    Danny berujar, INASGOC bisa saja menempatkan loket tidak di trotoar Senayan dengan memilih lokasi yang lebih jauh. Namun, akan menyusahkan calon penonton. "Pernah enggak ada event yang loket tiketnya jauh dari tempat pintu gerbangnya, gak ada kan?," ucap dia setengah bertanya.

    IMAM HAMDI | YUSUF MANURUNG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.