Kisruh Kontainer Tiket Asian Games, Koalisi Ancam Demo 10 Agustus

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivis Koalisi Pejalan Kaki melakukan aksi Tamasya Trotoar Kita di kawasan Sarinah, Jakarta, Minggu, 24 Juni 2018. Aksi menyusuri jalanan Ibu Kota tersebut untuk mengkritisi fungsi trotoar yang banyak digunakan sebagai tempat parkir kendaraan dan berdagang. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Aktivis Koalisi Pejalan Kaki melakukan aksi Tamasya Trotoar Kita di kawasan Sarinah, Jakarta, Minggu, 24 Juni 2018. Aksi menyusuri jalanan Ibu Kota tersebut untuk mengkritisi fungsi trotoar yang banyak digunakan sebagai tempat parkir kendaraan dan berdagang. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Koalisi Pejalan Kaki menyatakan bakal melakukan aksi jika penyelenggara Asian Games 2018 (Inasgoc) tidak membongkar 6 kontainer tiket yang menutup trotoar di sepanjang Jalan Pintu Satu Senayan, Jakarta Selatan.

    "Jangan demi tiket dihalalkan semua cara. Hari Jumat 10 Agustus 2018 akan ada aksi untuk memastikan agar kontainer loket dipindahkan," kata Alfred saat dihubungi, Senin, 6 Agustus 2018.

    Baca : Ribut Kontainer Loket Asian Games, Inasgoc: Di Trotoar karena...

    Koalisi Pejalan Kaki bakal mengajak komunitas disabilitas dan tunanetra untuk datang dalam aksi pada Jumat mendatang. Sebab, trotoar dibangun bukan hanya untuk hiasan menjelang Asian Games. "Trotoar dibangun untuk apa, jika dipakai bukan fungsinya," ujar Alfred lagi.

    Kontainer tiket Asian Games 2018 di Jalan Pintu Satu Senayan, Jakarta, Ahad, 5 Agustus 2018. Tempo/M Yusuf Manurung

    Menurut dia, trotoar memang dibolehkan diletakan utilitas seperti tempat sampah, tempat duduk, tiang rambu karena memang diatur. Penempatannya pun, kata dia, juga melihat adanya estetika. "Menghambat pejalan kaki atau tidak. Kalau menghambat jangan diletakan," ucapnya.

    Simak :
    Tiga Kebijakan Atasi Macet Asian Games Diubah, Termasuk Ganjil Genap

    Selain itu, penempatan loket-loket di trotoar menunjukan tidak adanya koordinasi yang baik antara penyelenggara dengan pemerintah. Bahkan, Alfred melihat penyelenggaraan ajang besar olahraga seasia ini tidak dilakukan dengan matang.

    "Aturan kita tidak ada yang sementara. Jadi tidak bisa ada alasan penempatan loket hanya sementara," ujar Alfred lagi tentang 6 kontainter tiket (loket) penonton Asian Games tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.