Sandiaga Uno Klaim Konstruksi LRT 100 Persen, Ini Kondisi Deponya

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi pembangunan di Stasiun Depo LRT Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin, 6 Agustus 2018. TEMPO/M Yusuf Manurung

    Kondisi pembangunan di Stasiun Depo LRT Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin, 6 Agustus 2018. TEMPO/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta -Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengklaim pengerjaan kontruksi proyek light rail transit (LRT) rute Velodrome-Kelapa Gading sudah 100 persen. Klaim itu juga mencakup pembangunan Depo LRT Kelapa Gading, Jakarta Utara. Rencananya LRT akan uji operasi pada 10 Agustus 2018 mendatang.

    Dari pantauan Tempo pada Senin, 6 Agustus 2018, kondisi Depo LRT Kelapa Gading masih berantakan.

    Baca : LRT di Jakarta Akan Beroperasi Pekan Depan, Soal Subsidi Tarif?

    Gundukan tanah bercampur bebatuan di sekitar Depo banyak ditemui, begitu pun dengan gundukan besi dan kayu. Besi-besi penyangga masih tertancap di beberapa dinding bangunan sekitar Depo.

    Siang itu, alat berat Crane masih terlihat bergerak vertikal, naik-turun membawa material bangunan. Crane tersebut beroperasi di salah satu sisi bangunan Depo yang pucuk-pucuk tiangnya belum berbalut semen. Alat berat lain seperti ekcavator hanya terparkir, seperti yang terlihat di gate 3. Pekerja dengan rompi dan helm lalu-lalang di gate itu.

    Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Dwi Wahyu Daryoto memberi penjelasan sendiri atas klaim kesiapan kontruksi 100 persen Sandiaga Uno.

    "Mungkin maksudnya yang 100 persen itu Mainline Viaduct dan Mainline Track Work," kata Dwi Wahyu kepada Tempo siang tadi. "Kalau Depo belum lah, kan Depo itu disiapkan untuk 6 koridor," lanjutnya.

    Kondisi terbaru pembangunan di Stasiun Depo LRT Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin, 6 Agustus 2018. TEMPO/M Yusuf Manurung

    Adapun Direktur PT LRT Allan Tandiono menjelaskan, operasi awal untuk Asian Games 2018 tidak melibatkan Depo LRT Kelapa Gading. Menurut dia, jalur yang beroperasi hanya dari koridor KGB yang berada di depan Mall Kelapa Gading hingga ke Velodrome.

    Simak juga :
    Kisruh Kontainer Tiket Asian Games, Koalisi Pejalan Kaki Ancam Demo 10 Agustus

    "Depo itu besar banget, kalau untuk pengoperasian awal ini masih belum," kata Allan.

    Dari pantauan Tempo, pekerjaan di koridor KGB masih berlangsung. Desing mesin gerinda terdengar dari atap tangga koridor KGB. Beberapa pekerja tampak menyiapkan penyangga penutup tangga.

    Sisi bawah koridor LRT juga masih ditutup separator jalan yang didalamnya berisi material bangunan. Saat uji coba operasi nanti, Allan mengatakan material akan dibersihkan. "Jadi warga atau tamu yang datang tidak pelu pakai helm," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.