Pilot Regent Airways Mengaku Beli Sabu di Pondok Indah

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • GS, Pilot maskapai penerbangan Regent yang menjadi tersangka kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu digelandang polisi di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Ahad, 5 Agustus 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    GS, Pilot maskapai penerbangan Regent yang menjadi tersangka kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu digelandang polisi di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Ahad, 5 Agustus 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi masih menyelidiki keterlibatan pilot maskapai Regent Airways, GS, dalam peredaran sabu. Saat ini penyidik sudah mendapat keterangan jika GS kerap melakukan transaksi narkoba di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan.

    Baca: Ingin Lulus Simulasi, Pilot Sogok Pegawai Kemenhub Pakai Sabu

    "Sudah sepuluh kali bertransaksi sabu, tempatnya berpindah-pindah. Tapi, sering di kawasan Pondok Indah," kata Kepala Sub Direktorat 1 Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Jean Calvijn Simanjuntak, Senin, 6 Juli 2018.

    GS dicokok saat memberikan sabu untuk menyogokan pengujinya berinisial BC di parkiran Bandara Halim Perdanakusuma pada 2 Agustus 2018. BC adalah pegawai Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan.

    BC memiliki kewenangan menguji siswa penerbangan. Setiap siswa yang lulus ujian akan mendapatkan lisensi untuk mengikuti ujian ulang teori, simulator, dan real flight tiap enam bulan sekali.

    Calvijn mengatakan tersangka GS menggunakan sabu agar rileks. Namun, polisi masih menyelidiki penggunaan sabu tersebut saat membawa pesawat atau setelahnya. "Masih dikembangkan."

    Baca: Isap Ganja, Pilot Lion Air Ditangkap BNN

    Polisi, kata dia, saat ini masih memburu pria berinisial G yang diduga sebagai penyuplai sabu kepada GS itu. Berdasarkan pengakuan pilot itu, dirinya telah dua tahun mendapata sabu dari G. "Penyuplai sabu bukan dari pekerja di maskapai penerbangan. Orang biasa," ujar Calvijn.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.