Kasus Sabu Pilot Regent Airways, Polisi Buru Penyuplai

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penyitaan barang bukti narkotika sabu. Tempo/Marifka Wahyu Hidayat

    Ilustrasi penyitaan barang bukti narkotika sabu. Tempo/Marifka Wahyu Hidayat

     TEMPO.CO, Jakarta - Polisi masih memburu pria berinisial G yang diduga menyuplai sabu kepada GS, pilot maskapai Regent Airways. GS ditangkap di parkiran Bandara Halim Perdanakusuma pada Kamus lalu, saat menyuap pengujinya berinisial BC dengan sabu.

    Baca: Ingin Lulus Simulasi, Pilot Sogok Pegawai Kemenhub Pakai Sabu

    "Tersangka G orang biasa. Bukan pekerja dari maskapai," kata Kepala Sub Direktorat 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Jean Calvijn Simanjuntak, Senin, 6 Agustus 2018.

    BC adalah pegawai Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan. BC memiliki kewenangan menguji siswa penerbangan dan mengeluarkan lisensi. Setiap siswa yang lulus ujian dan mendapatkan lisensi, wajib mengikuti ujian ulang teori, simulator, dan real flight tiap enam bulan sekali.

    Calvijn mengatakan GS telah dua tahun mendapatkan pasokan sabu dari G. Selama itu, GS telah sepuluh kali mendapatkan sabu suplai sabu darinya. "Dari sepuluh kali transaksi, tiga di antaranya diberikan untuk menyogok BC," ucapnya.

    Menurut Calvijn, timnya saat ini masih terus mengejar G. Timnya pun masih mengembangkan jaringan peredaran sabu yang dibeli oleh GS. "Masih kami selidiki jarigannya."

    Sabu yang diberikan BC kepada GS pada transaksi terakhir seberat 0,8 gram. Awalnya, sabu tersebut memiliki berat 2 gram yang dibeli seharga Rp 2,3 juta dari G. Tetapi sabu itu sudah dikonsumsi terlebih dahulu oleh BC sebelum dia mengikuti tes simulasi pilot. 

    Setelah keduanya ditangkap saat melakukan transaksi di Bandara Halim Perdanakusuma, polisi menggeledah rumah GS dan BC.

    Di rumah tersangka BC di Kelurahan Setu Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, polisi menemukan bukti berupa 3 pipet kaca, 2 potongan sedotan plastik, 1 bungkus klip kertas, 3 sedotan plastik kecil, dan 1 tutup bong botol plastik. 

    Sedangkan di rumah tersangka GS di Gandaria Selatan, Jakarta Selatan, terdapat barang bukti berupa 1 bong kaca, 1 cangklong kaca patah, 2 pipet kaca, 2 sedotan plastik, 3 aluminium foil bekas, dan 2 korek api gas yang digunakan untuk mengonsumsi sabu. Pilot itu saat ini sudah ditahan dan tengah menjalani pemeriksaan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.