Depok Kerahkan 153 Orang Lintas Lembaga Periksa Hewan Kurban

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memeriksa daging kurban saat pemotongan hewan kurban Idul Adha 1438 H di tempat pemotongan model penampungan dan pemotongan hewan kurban, Masjid Baiturrahman Al-Haq, Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta, 1 September 2017. Total 817 petugas pemeriksa kesehatan hewan dan daging kurban yang berasal dari unsur Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) dan Fakultas Kedokteran IPB diturunkan.  ANTARA/Reno Esnir

    Petugas memeriksa daging kurban saat pemotongan hewan kurban Idul Adha 1438 H di tempat pemotongan model penampungan dan pemotongan hewan kurban, Masjid Baiturrahman Al-Haq, Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta, 1 September 2017. Total 817 petugas pemeriksa kesehatan hewan dan daging kurban yang berasal dari unsur Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) dan Fakultas Kedokteran IPB diturunkan. ANTARA/Reno Esnir

    TEMPO.CO, Depok - Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Peternakan (DKPPP) Kota Depok, Dede Zuraida menyebutkan pihaknya sudah memulai pemeriksaan kesehataan hewan kurban di lapak jualan.

    Pemeriksaan dilakukan pada 6-21 Agustus 2018. “Untuk proses pemeriksaan kesehatan hewan kurban melibatkan beberapa lembaga lain“ ujar Dede kepada Tempo Senin 6 Agustus 2018.

    Institusi yang bekerja sama dengan Pemkot Depok kata Dede yakni Fakuktas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor Kementerian Pertanian Majelis Ulama Indonesia dan Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI).

    Baca : Hewan Kurban Dilarang di Venue Asian Games, Depok Bersiap Jadi...

    Petugas kesehatan hewan totalnya sekitar 153 orang. “Selain dari petugas DKPPP Depok dari Kementan ada 23 orang dan mahasiswa Kesehatan Hewan IPB sekitar 100 orang.”

    Menurut Dede di Kota Depok terdapat 434 lapak hewan kurban. Lokasi tersebar di 11 kecamatan. “Ditarget pemeriksaan kesehatan yang dilakukan di lapak bisa menjangkau sekitar 29.403 ekor."

    Dede juga menyampaikan bahwa pemeriksaan kesehatan hewan akan dilakukan di lokasi pemotongan. Untuk di Depok terdapat sekitar 400 titik pemotongan hewan kurban. “Pemeriksaan hewan kurban pada Idul Adha ditargetkan 11.355 ekor” ujar dia.

    Pada tahun 2017 sebanyak 337 hewan ditemukan tidak layak potong. Hewan tidak layak potong itu meliputi 165 ekor belum cukup umur, 27 ekor tubuhnya kurus, dua cacat, 65 sakit mata, 14 sakit kulit, 14 terkena orf (penyakit karena virus dan bersifat zoonosis), 25 gangguan pernapasan, dan 25 mengalami gangguan pencernaan.  

    Pemilik lapak hewan kurban di kawan Grand Depok City Rohman mengatakan bahwa berupaya menjaga kondisi kebersihan dan kualitas dari pakan hewan kurbannya. Sudah belajar dari tahun lalu mengenai kesehatan hewan. “Kalau tahun sebelumnya yang paling gampang sakit itu kambing yang sering kena mencret” ujar dia.

    Simak pula :
    Kata Sandiaga Uno Soal Omzet Station Food Tjipinang Tembus Rp 1 Triliun

    Menurut Rohman kondisi kandang untuk hewan kurban terus diperbaiki. Apalagi ini sudah memasuki tahun ketiga berjualan hewan kurban di sini. “Jadi untuk kebersihan itu dijaga banget biar hewan tidak gampang sakitkalau kambing itu makanan harus digantung tidak boleh di tanah” ungkap dia.

    Pemeriksaan kesehatan hewan kurban kata Rohman setiap tahun pasti dilakukan oleh Pemkot Depok. Jadi petugas kesehatan hewan dari DKPPP yang mendatangi lapak jualan. “Paling H-10 atau mendekati hari pemotongan sudah dilakukan pemeriksaan” tutur dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Misteri Paparan Radiasi Cesium 137 di Serpong

    Bapeten melakukan investigasi untuk mengetahui asal muasal Cesium 137 yang ditemukan di Serpong. Ini berbagai fakta soal bahan dengan radioaktif itu.