Diprotes di Medsos, Ini Pembelaan Panitia Rekor Dunia Poco Poco

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi para peserta saat pemecahan rekor dunia atau Guinness World Record senam poco-poco di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Ahad, 5 Agustus 2018. Pemecahan rekor ini diikuti lebih dari 60 ribu masyarakat, termasuk Presiden Jokowi dan para pejabat. AP Photo/Tatan Syuflana

    Aksi para peserta saat pemecahan rekor dunia atau Guinness World Record senam poco-poco di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Ahad, 5 Agustus 2018. Pemecahan rekor ini diikuti lebih dari 60 ribu masyarakat, termasuk Presiden Jokowi dan para pejabat. AP Photo/Tatan Syuflana

    TEMPO.CO Jakarta - Panitia penyelenggara pemecahan rekor dunia Guinness World Records untuk senam poco poco memberikan klarifikasi ihwal protes dari para peserta. Melalui akun resmi instagram @pocopocogwr, penyelenggara meminta maaf untuk ketidaknyamanan yang terjadi saat acara berlangsung.

    Baca: Pemecahan Rekor Dunia Poco Poco, 250 Mahasiswa Ini Ikut Bangga

    "Kami semua volunteer mengelola puluhan ribu manusia dengan sumberdaya yang terbatas, pasti akan ada dampak yang mengecewakan bagi sebagian orang," ujar Ketua Bidang Promosi, Dokumentasi, dan Media GWR Poco Poco, Setyo Riyanto, saat dihubungi Tempo, Senin, 6 Agustus 2018. 

    Sebelumnya, acara senam Poco Poco bersama itu menuai protes dan keluhan dari peserta. Acara pemecahan rekor dunia tersebut diprotes lantaran dinilai tidak profesional dan menelantarkan peserta yang jumlahnya mencapai ribuan.

    Keluhan dan protes tersebut dilontarkan dan membanjiri media sosial, yakni di akun resmi pemecahan rekor dunia poco-poco di instagram @pocopocogwr. Rata-rata peserta mengeluhkan pengeras suara yang tidak menyebar secara merata di sepanjang Jalan Sudirman – Thamrin yang menjadi lokasi pemecahan rekor tersebut.

    Baca: Ikut Rekor Dunia Poco Poco, Narapidana Juga Masuk MURI

    Terungkap kalau sampai acara senam selesai, tidak ada solusi dari panitia penyelenggara terkait kendala tersebut. Ini di antaranya terjadi di jalan dari Simpang Susun Semanggi sampai Patung Senayan. Peserta di sini menyebutkan tarian tanpa iringan musik karena ketiadaan soundsystem dan tidak ada arahan dari panitia di lokasi tersebut. 

    “Sampai jam 8 hening, tak ada aba-aba. Akhirnya kami menari Poco Poco tanpa diiringi musik," tulis akun @puspita_halim di akun @pocopocogwr, Ahad 5 Agustus 2018.

    Lebih lanjut, Setyo menjelaskan para peserta yang sudah berkontribusi tetap akan mendapatkan reward untuk jerih payahnya meramaikan acara tersebut." Mereka akan tetap mendapat sertifikat atas kesertaan mereka dalam berpoco poco. Semoga ini menjadi pengobat kesedihan teman-teman yang kecewa," ujar Setyo. 

    Pemecahan rekor dunia senam Poco Poco ini melibatkan 65 ribu peserta yang datang dari berbagai daerah, termasuk pelajar, di Jakarta. Sebelumnya, para peserta itu dilatih oleh 1.500 instruktur senam.

    Sebanyak puluhan ribu peserta itu membentuk formasi tidak hanya di kawasan Monas, tetapi juga di sepanjang Jalan Thamrin, Sudirman hingga bundaran Senayan. 

    Pemecahan rekor dunia tari atau senam Poco Poco dibuka oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo. Kegiatan ini ditujukan sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya bangsa, mengokohkan persatuan, dan menyosialisasikan hajatan besar Asian Games 2018.

    Pemecahan rekor dunia senam poco poco itu dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi beserta Wakil Presiden Jusuf Kalla. Selain itu, turut mendampingi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Polri Jenderal Muhammad Tito Karnavian, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, dan Gubernur Jakarta Anies Baswedan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.