Ganjil Genap Akan Diterapkan di Margonda, Alasan Dishub Depok?

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Satlantas Polresta Depok memberlakukan sistem melawan arus (contra flow) di Jalan Margonda, Depok, Jabar, 13 Maret 2017. ANTARA

    Petugas Satlantas Polresta Depok memberlakukan sistem melawan arus (contra flow) di Jalan Margonda, Depok, Jabar, 13 Maret 2017. ANTARA

    TEMPO.CO, Depok - Pemerintah Kota Depok berencana menerapkan pembatasan ganjil genap pelat nomor kendaraan seperti DKI Jakarta. Beberapa ruas jalan di Kota Depok memang yang selalu mengalami kemacetan saat jam sibuk, bahkan pada akhir pekan, terutama akses utama, Jalan Margonda Raya.

    Baca: Perluasan Ganjil Genap, Penumpang Transjakarta Melonjak 32 Ribu

    Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok Dadang Wihana mengatakan penerapan aturan ganjil genap di titik-titik kemacetan, seperti Jalan Margonda Raya, sedang dikaji.

    Menurut dia, Wali Kota Depok Mohammad Idris pun sudah menyampaikan ada beberapa kebijakan yang dikaji untuk dilaksanakan. “(Misalnya) akan ada ganjil-genap di hari libur Sabtu dan Minggu,” kata Dadang kepada Tempo, Selasa 7 Agustus 2018.

    Berdasarkan pantauan Tempo di Jalan Margonda Raya, pada hari kerja, mulai pukul 11.00 sampai 15.00, arus lalu lintas lengang. Sedangkan pada akhir pekan, sejak pukul 10.00 jalan sudah padat oleh kendaraan, terutama di sekitar pusat-pusat belanja.

    Menurut Dadang, berdasarkan hasil evaluasi, kemacetan lalu lintas utama di Depok terjadi pada saat akhir pekan. Tepatnya pada pekan pertama dan keempat tiap bulan dengan titik kemacetan di tempat belanja dan kuliner. “Paling ramai itu di hari-hari (setelah) gajian biasanya.” 

     
    Sebagai pusat belanja dan kuliner, Jalan Margonda Depok selalu ramai pada akhir pekan.

    Baca: Hotman Paris Protes Ganjil Genap, Sandiaga Uno Beri Saran Ini

    Dinas Perhubungan segera memulai mengkaji dan menggelar focus group discussion (FGD) dengan para ahli dan pengampu kepentingan. Beberapa tahapan akan dilakukan sebelum menerapkan kebijakan tersebut, antara lain sosialisasi dan uji coba.

     
    Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabotabek (BPTJ) Bambang Prihartono menyatakan telah diajak berkoordinasi oleh Dinas Perhubungan Kota Depok mengenai kemungkinan penerapan ganjil genap di Jalan Margonda Depok. 

    BPTJ, menurut dia, belum bisa memastikan kapan uji coba akan dilakukan karena ada beberapa tahap yang harus dilakukan lebih dulu. “Tunggu hasil kajian dari oleh Dishub Kota Depok,” ucap Bambang.
     
    Bambang tak menyinggung kemungkinan rekayasa lalu lintas yang lain, seperti pembatasan sepeda motor di Margonda Raya. Sebelumnya, pada Agustus 2017, dia mengatakan, dampak ekonomi dari pembatasan sepeda motor di Jabodetabek cukup signifikan.

    Menurut kajian akademis, penurunan biaya transportasi akibat pembatasan tersebut mencapai triliunan rupiah. Efek itu belum termasuk penurunan jumlah kecelakaan dan kemacetan arus lalu lintas. Itu sebabnya, bakal dikaji pelaksanaan pembatasan sepeda motor 

    di Jalan Margonda Depok.
     
    “Kami sudah ada kajian secara akademisnya,” ujar Bambang kala itu.

    Kadishub Depok Dadang optimistis sistem ganjil genap menjadi solusi efektif untuk mengatasi kemacetan di Depok pada akhir pekan. “Kami tidak mungkin menambah kapasitas jalan, sedangkan volume kendaraan selalu meningkat. Jadi perlu ada rekayasa lalu lintas,” tuturnya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.