BPTJ Dukung Dishub Depok Terapkan Ganjil Genap, Tahapannya?

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kota Depok di sekitar kawasan Jalan Margonda Raya, Depok. Kota Depok menempati peringkat kelima kota termacet di Indonesia dengan laju kendaraan 21,4 Km/jam. TEMPO/Subekti.

    Kota Depok di sekitar kawasan Jalan Margonda Raya, Depok. Kota Depok menempati peringkat kelima kota termacet di Indonesia dengan laju kendaraan 21,4 Km/jam. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Depok - Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabotabek (BPTJ) Bambang Prihartono diajak berkoordinasi oleh Dinas Perhubungan Kota Depok mengenai kemungkinan penerapan ganjil genap nomor pelat kendaraan bermotor di Jalan Margonda Raya.

    BPTJ, menurut dia, belum bisa memastikan kapan uji coba ganjil genap itu akan dilakukan karena ada beberapa tahap yang harus dilalui lebih dulu. “Tunggu hasil kajian dari Dishub Kota Depok,” ucap Bambang kepada Tempo, Selasa, 7 Agustus 2018.  
    Baca: Perluasan Ganjil Genap, Penumpang Transjakarta Melonjak 32 Ribu

    Pada Agustus 2017, Bambang pernah mengusulkan pembatasan sepeda motor di Margonda. Dampak ekonomi dari pembatasan sepeda motor di Jabodetabek cukup signifikan. Menurut kajian akademis, penurunan biaya transportasi akibat pembatasan tersebut mencapai triliunan rupiah. Efek itu belum termasuk penurunan jumlah kecelakaan dan kemacetan arus lalu lintas. 

    Karena itu, bakal dikaji pelaksanaan pembatasan sepeda motor di Jalan Margonda Raya. “Kami sudah ada kajian secara akademisnya,” ujar Bambang kala itu.

    Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok Dadang Wihana mengatakan penerapan aturan ganjil genap di titik-titik kemacetan, seperti Jalan Margonda Raya, sedang dikaji.
    Simak: Ini Daftar 3 Jurus Atasi Macet Saat Asian Games Akhirnya Direvisi

    Menurut dia, Wali Kota Depok Mohammad Idris pun sudah menyampaikan ada beberapa kebijakan yang dikaji untuk dilaksanakan. “(Misalnya) akan ada ganjil genap di hari libur Sabtu dan Minggu,” kata Dadang kepada Tempo, Selasa.

    Berdasarkan pantauan Tempo di Jalan Margonda Raya, pada hari kerja, mulai pukul 11.00 hingga 15.00, arus lalu lintas lengang.

    Sedangkan pada akhir pekan, sejak pukul 10.00 jalan sudah padat oleh kendaraan, terutama di sekitar pusat-pusat belanja. Menurut Dadang, berdasarkan hasil evaluasi, kemacetan lalu lintas utama di Depok terjadi pada saat akhir pekan.

    Tepatnya pada pekan pertama dan keempat tiap bulan, dengan titik kemacetan di tempat belanja dan kuliner. “Paling ramai itu di hari-hari (setelah) gajian biasanya.”

    Jalan Margonda Raya, Dadang menyebutkan, menjadi pusat belanja dan kuliner Kota Depok sehingga kawasan itu selalu ramai pada akhir pekan.

    Baca juga: Ojek Online Main Pukul, Koalisi Pejalan Kaki: Pecat Mitra Tak Akhiri Masalah

    Dinas Perhubungan segera mulai mengkaji dan menggelar focus group discussion (FGD) dengan para ahli dan pengampu kepentingan. Beberapa tahapan akan dilakukan sebelum menerapkan kebijakan tersebut, antara lain sosialisasi dan uji coba.

    Dadang menilai sistem ganjil genap menjadi solusi efektif untuk mengatasi kemacetan di Depok pada akhir pekan. “Kami tidak mungkin menambah kapasitas jalan, sedangkan volume kendaraan selalu meningkat. Jadi perlu ada rekayasa lalu lintas,” tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.