Minggu, 21 Oktober 2018

Terekam CCTV, Tukang Sate Dibacok dalam Penjambretan di Bekasi

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Inilah detik-detik aksi pembegalan yang terekam kamera cctv di jalan Aria Kemuning, Priuk, Kota Tangerang, Banten yang dilakukan oleh dua pelaku yang berhasil membawa kabur motor korbannya.

    Inilah detik-detik aksi pembegalan yang terekam kamera cctv di jalan Aria Kemuning, Priuk, Kota Tangerang, Banten yang dilakukan oleh dua pelaku yang berhasil membawa kabur motor korbannya.

    TEMPO.CO, Bekasi - Seorang tukang sate asal Madura Ahmad Yusron, terluka dibacok dalam penjambretan di Jalan Bintara 17, Kota Bekasi dan terekam kamera CCTV. Peristiwa penjambretan ini ini terekam kamera Circuit Closed Television (CCTV) milik sebuah perusahaan keuangan di sekitar lokasi kejadian.

    Berdasarkan rekaman CCTV yang beredar, peristiwa penjambretan itu terjadi pada Selasa dini hari, 7 Agustus 2018 sekitar pukul 03.00 WIB. Yusron yang baru pulang berjualan sate melintas di lokasi kejadian.

    Baca : Polisi Akan Klarifikasi Soal Tembak Mati Begal dan Pelaku Jambret

    Mendadak pelaku berjumlah lima orang menggunakan dua sepeda motor berhenti, satu diantaranya mengejar korban.

    Pelaku lalu meminta paksa telepon genggam milik Yusron yang dibeli tiga hari sebelumnya. Yusron mencoba mempertahankan. Walhasil, pelaku yang mempersenjatai diri dengan cebilah celurit menyerangnya. Akibat duel tak seimbang itu Yusron menderita luka bacok di kaki, tangan dan paha, total sebanyak 51 jahitan.

    Rupanya tak hanya Yusron, pelaku juga meminta paksa sebuah telepon genggam milik kawannya, Saiful, pedagang bebek goreng asal Madura juga.

    Saiful harus merelakan hartanya karena mendapatkan ancaman dari pelaku yang diduga masih remaja tanggung. "Saya tidak sampai kehilangan HP," kata Yusron ketika ditemui di rumahnya tak jauh dari lokasi kejadian, Rabu, 8 Agustus 2018.

    Yusron menuturkan, pelaku sempat merebut ponsel dari genggamannya. Dengan cekatan, Yusron kembali merebut ponselnya dari tangan pelaku, lalu melarikan diri. Rupanya, pelaku bersikukuh ingin menguasai hartnya, sehingga mengejar sampai jarak lima meter. "Saya sempat melawan, tapi pelaku terus membacok, karena saya jatuh," ujar Yusron.

    Gagal merebut lagi ponsel Yusron, para pelaku lalu kabur. Warga setempat yang mendengar keributan segera keluar rumah, dan menolong korban untuk dibawa ke Rumah Sakit Islam Pondok Kopi, Jakarta Timur. "Saya luka di lengan kanan, dan kiri, paha, dengkul, total 51 jahitan," ujar Yusron.

    Simak : Anies Menyuruh Disparbud Minta Maaf Soal Tim Pertimbangan Monas

    Sementara kawannya, Saiful tak dilukai karena begitu diancam langsung memberikan ponselnya. Yusron mengatakan sudah melaporkan peristiwa tersebut ke Kepolisian Sektor Bekasi Kota untuk ditindaklanjuti.

    Kepala Kepolisian Sektor Bekasi Kota, Komisaris Parjana mengatakan, pihaknya masih menyelidiki kasus penjambretan dengan kekerasan tersebut. Ia menyayangkan kasus itu tak segera dilaporkan ke polisi setelah kejadian. Korban baru membuat laporan setelah kasus penjambretan viral di media sosial. "Kami sedang melacak keberadaan para tersangka," kata Parjana.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.