Minggu, 21 Oktober 2018

Jawaban Sandiaga Uno Ihwal Mahar Rp 500 Miliar: Thank You Banget

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra, Prabowo Subianto menghadiri Kampanye akbar pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta nomor urut 3, Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang diselenggarakan oleh Keluarga Besar PKS DKI Jakarta, di GOR Soemantri, Kuningan, Jakarta, 29 Januari 2017. Prabowo mengajak semua pihak harus bekerja lebih keras lagi untuk memenangkan pasangan Anies Baswedan-Sanndiaga Uno, pasangan nomor urut 3 di Pilkada DKI Jakarta 2017.  TEMPO/M Iqbal Ichsan

    Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra, Prabowo Subianto menghadiri Kampanye akbar pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta nomor urut 3, Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang diselenggarakan oleh Keluarga Besar PKS DKI Jakarta, di GOR Soemantri, Kuningan, Jakarta, 29 Januari 2017. Prabowo mengajak semua pihak harus bekerja lebih keras lagi untuk memenangkan pasangan Anies Baswedan-Sanndiaga Uno, pasangan nomor urut 3 di Pilkada DKI Jakarta 2017. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno enggan berkomentar ihwal tudingan memberi mahar politik sebesar Rp 500 miliar kepada Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

    Baca juga: Sandiaga Uno Bicara Soal Kabar Mengundurkan Diri untuk Cawapres

    Ia hanya melenggang masuk ke tangga darurat gedung Balai Kota DKI saat awak media mengerubunginya.

    Thank you, ya, thank you banget,” kata Sandiaga Uno di Balai Kota DKI, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis, 9 Agustus 2018.

    Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief mengatakan ada politik transaksional yang mempengaruhi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memilih Sandiaga Uno sebagai calon pendampingnya dalam pemilihan presiden 2019.

    Ketika dikonfirmasi wartawan, maksud transaksional itu adalah informasi tentang Prabowo yang memilih Sandiaga Uno sebagai calon wakil presiden karena telah menyetor duit Rp 500 miliar ke PAN dan PKS.

    Baca juga: Sebut Prabowo-Sandiaga Politik Transaksional, Andi Arief: Akurat

    Andi Arief tidak membantahnya. "Saya, Andi Arief, tidak pernah membuat isu dalam karier politik saya," ucap Arief di rumah Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Kamis dinihari.

    Andi Arief mengatakan kemenangan dalam pilpres 2019 tidak ditentukan oleh uang, melainkan figur calon. Selaku "jenderal", ujar Andi, Prabowo seharusnya mengerti perhitungan itu.

    "Itu yang membuat saya menyebutnya jadi jenderal kardus. Jenderal kardus itu jenderal yang enggak mau mikir artinya. Uang adalah segalanya," katanya.

    Andi Arief menegaskan, dalam koalisi bersama dengan Gerindra, partainya tidak pernah berkhianat. Demokrat, menurut dia, juga tidak pernah menawarkan calon wakil presiden kepada Prabowo. Untuk itu, Andi mengaku kecewa dengan adanya politik transaksional itu.

    Simak juga: Peraturan Jokowi ini Potensi Ganjal Sandiaga Uno Cawapres Prabowo

    Menurut Andi, Demokrat memang menolak bertemu dengan Prabowo pada Rabu malam, 8 Agustus 2018. Namun, pagi atau siang nanti, Prabowo akan bertemu dengan SBY dan Partai Demokrat. "Akan kami terima," katanya.

    Sebelumnya, pernyataan jenderal kardus kepada Prabowo disampaikan Andi melalui akun Twitter-nya.  Sandiaga Uno yang ditanya wartawan menolak memberi jawaban terhadap tuduhan Andi Arief. Dia hanya menjawab, “Thank you, ya, thank you banget.”

    ADAM PRIREZA | M. YUSUF MANURUNG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.