Minggu, 21 Oktober 2018

Tangkal Prostitusi, Pengelola Kalibata City Siapkan 3 Langkah

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung Apartemen Kalibata City, Jakarta. Dok. TEMPO/M. Iqbal Ichsan

    Gedung Apartemen Kalibata City, Jakarta. Dok. TEMPO/M. Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengelola apartemen Kalibata City menyusun tiga langkah preventif untuk menutup kemungkinan praktik prostitusi beroperasi di lingkungannya. Tiga langkah tersebut di antaranya pemanggilan para broker, briefing para security, dan gerakan tertib hunian.

    Baca: Penjaja Seks di Kalibata City: Security Gue yang Handle

    "Setiap broker atau pemilik menyewakan unitnya nggak boleh harian. Minimal kita tiga bulan. Kan ada perjanjian, nah perjanjian itu yang diserahkan ke kita," kata General Manager Kalibata City, Ishak Lopung saat ditemui di Kalibata City, Kamis 9 Agustus 2018.

    Pengelola juga akan briefing petugas keamanan apartemen Kalibata City. Mereka menginstruksikan petugas keamanan harus berani tegas terhadap orang yang tidak dikenal.

    Pengelola juga bakal terlibat langsung dalam upaya pengamanan. Ishak mengklaim belakangan ini pengelola sedang rutin menggalakkan gerakan tertib hunian tiap hari.

    Implementasinya yakni dengan mendatangi setiap tower dan memastikan berdasarkan data dari pengelola apakah benar atau tidak penghuni setiap unit merupakan penyewa tetap atau harian.

    "Kita mulai melaksanakannya sejak kita dapat info yang dulu (dari kepolisian). Sebelum tanggal 30 Juli itu udah kita jalankan, sekarang kita rutinkan," lanjut Ishak.

    Baca: Prostitusi di Kalibata City: Polisi Bilang 5 Tower, Ternyata ...

    Tidak hanya itu, Ishak juga menyebutkan bahwa pihak pengelola akan menindak tegas para pelaku prostitusi, terlebih mereka yang berusia di bawah umur.

    Penindakan tersebut dilakukan dengan melibatkan orang tua  pelaku prostitusi di bawah umur tersebut. "Yang kita bisa lakukan adalah kita telepon orang tuanya, kita panggil. Kalau orang tuanya datang baru kita buat surat pernyataan," pungkas Ishak.

    EDO JOVANO| TD  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.