Selasa, 11 Desember 2018

Prostitusi Kalibata City, Apa Kata Pengelola tentang Sewa Harian?

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sengkarut Pengelolaan Apartemen Kalibata City

    Sengkarut Pengelolaan Apartemen Kalibata City

    TEMPO.CO, JakartaGeneral Manager Kalibata City Ishak Lopung membantah ada unit yang bisa disewakan harian di apartemen tersebut. Ini disebut-sebut menyuburkan praktik dan bisnis prositusi yang tidak berkesudahan di apartemen 18 tower di bilangan Jakarta Selatan itu.

    Baca:
    Prostitusi di Kalibata City: Polisi Bilang di 5 Tower. Ternyata ...

    Ishak menegaskan bahwa setiap agen pemasaran unit apartemen itu hanya boleh memasarkan untuk jual beli. Atau kalaupun menyewakan hunian minimal selama tiga bulan. "Harian, tidak boleh," ucapnya Kamis 9 Agustus 2018.

    Menurut Ishak, jika ketahuan ada agen yang menyewakan unit harian bakal diberikan sanksi dengan mematikan unit tersebut untuk transaksi sewa. Caranya, memblok access card. Sanksi ini berlaku untuk lebih dari 30 agen yang terdata bekerja untuk Apartemen Kalibata City.

    Setiap agen, kata dia, bisa mengelola belasan hingga 300 unit hunian. “Kami akan kumpulkan kembali broker agar mereka tahu rule-nya bahwa tidak boleh disewakan harian,” ucapnya.

    Baca:
    Penjaja Seks di Kalibata City: Security Gue yang Handle

    Ishak tak menyangkal kalau praktik prostitusi masih berjalan di lingkunan apartemen tersebut. Untuk itu, dia juga berjanji bakal memperketat pengawasan terhadap setiap tamu apartemen.

    Menurut dia, sejak akhir Juli lalu telah dijalankan program tertib hunian. Tujuannya, mendata penghuni dengan cara mengetuk pintu satu per satu warga yang tinggal di apartemen. "Agar kami mempunyai datanya," kata dia.

    Adanya pendataan dibenarkan Rosa, seorang penghuni di Tower Cendana Apapartemen Kalibata City. Tapi sepanjang setahun menetap dia baru sekali itu mengalami pengecekan oleh pengelola.

    Baca:
    Marak Prostitusi, Lurah: 70 Persen Unit di Kalibata City Disewakan

    “Tidak ada pemeriksaan yang rutin,” katanya. “Satu kali itu juga baru kemarin. Mungkin karena ketahuan gara-gara razia.”

    Seorang penghuni lain di tower yang sama malah curiga pengelola cenderung membiarkan saja praktik dan bisnis prostitusi itu. Indikasi ini dikuatkan keterangan dari seorang juru parkir dan petugas kebersihan di apartemen Kalibata City bahwa praktik prostitusi bisa ditemui di seluruh 18 tower.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.