Senin, 20 Agustus 2018

Pemerintah Tambah Invasi Mikroorganisme Pengurai Bau ke Kali Item

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kiri: foto viral anak-anak berenang di Kali Item yang diambil dan diunggah oleh pengguna Facebook bernama Rifqi Fathullah pada 26 Maret 2017. Kanan: Petugas membersihkan Kali Item yang tertutup kain waring pada 21 Juli 2018. Netizen ramai memperdebatkan keaslian foto dan perbedaan kondisi kali tersebut. Facebook Rifqi Fathullah/ANTARA/Rivan Awal Lingga

    Kiri: foto viral anak-anak berenang di Kali Item yang diambil dan diunggah oleh pengguna Facebook bernama Rifqi Fathullah pada 26 Maret 2017. Kanan: Petugas membersihkan Kali Item yang tertutup kain waring pada 21 Juli 2018. Netizen ramai memperdebatkan keaslian foto dan perbedaan kondisi kali tersebut. Facebook Rifqi Fathullah/ANTARA/Rivan Awal Lingga

    TEMPO.CO, Jakarta - Mikroorganisme dalam jumlah cukup besar ditambahkan ke Kali Sentiong atau yang kini lebih dikenal sebagai Kali Item sekitar Wisma Atlet Kemayoran, Jumat 10 Agustus 2018. Penebaran untuk memastikan bau tak sedap tak datang lagi saat sudah semakin dekat dengan perhelatan Asian Games 2018.  

    Baca:
    Kali Item Masih Bau, Sandiaga Samakan dengan Ketiak

    Penebaran mikroorganisme sebagai bagian dari teknologi bioremediasi ini dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Mereka menebar tiga rupa mikroorganisme padat, serbuk dan cair di tiga titik lokasi berbeda.

    “Mikroorganisme dalam bioremediasi bertujuan mengurai polutan dalam air, bekerja perlahan mematikan bakteri-bakteri di dalam air penyebab bau,” kata Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane Bambang Hidayah.

    Penebaran dilakukan secara bertahap. Penebaran pertama adalah mikroorganisme bentuk padat atau bio block dengan berat 2,5 kg sebanyak 500-600 buah di hulu Kali Sentiong yang jaraknya sekitar 2,4 km dari Wisma Atlet Kemayoran.

    Baca:
    Mantan Staf Ahok Bicara Kali Item, Ini yang Dibeberkan

    Kelebihan bentuk padat, bakteri lama terurai sehingga masa tinggal bakteri bisa lebih panjang hingga 3 bulan. Namun bakteri memerlukan masa adaptasi untuk bereaksi aktif hingga 8 jam. “Kerja mikroorganisme dalam bentuk padat, diperkirakan setelah 8 jam baru aktif untuk memakan bakteri-bakteri air.”

    Penebaran kedua dalam bentuk serbuk sebanyak puluhan karung di lokasi yang berjarak sekitar 1 km – 1,5 km dari Wisma Atlet. Kelebihannya adalah bakteri lebih cepat bereaksi daripada bentuk padat dengan masa tinggal bakteri hingga 1 bulan dan akan bereaksi 4 jam setelah penerapan.

    Penebaran terakhir di lokasi dekat jaring, sekitar 300 meter dari Wisma Atlet. “Disebar dalam bentuk cair sebanyak 10.290 liter. Mikroorganisme ini akan bekerja aktif sekitar 1 jam setelah penerapan yang akan mengurangi bau tidak sedap Kali Sentiong, tetapi masa tinggal bakteri lebih singkat,” kata Bambang.

    Baca:
    7 Jurus Anies Baswedan Taklukkan Bau Kali Item

    Cara bioremediasi ini bukan yang pertama dilakukan di Kali Item. Pemerintah DKI Jakarta menggandeng beberapa kelompok telah lebih dulu melakukannya setelah menutup kali dengan kain serta teknolog nano bubble tak banyak menolong.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    INFO Atlet Andalan Indonesia di Asian Games 2018

    Inilah atlet-atlet andalan Indonesia di Asian Games 2018