Selasa, 23 Oktober 2018

Aetra Tangerang Pastikan Air Bersih Mengalir Petang Ini

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi air bersih. sndimg.com

    Ilustrasi air bersih. sndimg.com

    TEMPO.CO, Tangerang - PT Aetra Air Tangerang memastikan proses perbaikan pipa utama yang lepas dan mengalami kerusakan telah selesai diperbaiki. "Pipa kami sudah tersambung, air baku sudah mengalir ke Water Treatment Plant (WTP) di Sepatan dan mulai produksi air," ujar Head of Corporate Communication PT Aetra Tangerang Ira Indirayuni, Sabtu, 11 Agustus 2018.

    Baca: 64 Ribu Pelanggan Aetra Tangerang Krisis Air, Ini Penyebabnya

    WTP Sepatan, kata Ira, membutuhkan waktu beberapa jam untuk memproduksi air bersih 900 liter per detik. Setelah itu, air bersih dialirkan ke pelanggan dalam waktu beberapa jam. "Memang butuh proses recovery mengisi pipa yang kosong dulu, tapi melihat progres sampai siang ini, mudah-mudahan siang dan sore nanti air sudah sampai ke pelanggan dengan merata," tuturnya.

    Menurut Ira, proses pemasangan pipa utama Aetra berdiameter 800 mililiter yang terlepas karena terkena proyek rehabilitasi tanggul Sungai Cisadane oleh PT Budi Karya pada Kamis siang lalu, mulai terpasang sejak Jumat malam tadi. "Tim kami membutuhkan pengetesan untuk memastikan pipa tidak ada yang bocor. Pagi tadi pipa positif tersambung dan air mulai berproduksi kembali," kata Ira.

    Baca: Krisis Air Tangerang, PT Aetra Janji Perbaikan Selesai Hari Ini

    Pelanggan Aetra Tangerang mengalami krisis air bersih sejak Kamis siang, 9 Agustus 2018. Krisis ini terjadi karena pipa air baku mengalami kerusakan. Akibatnya, Aetra tidak menerima pasokan air baku sehingga tidak bisa memproduksi air bersih. Sebanyak 64 ribu pelanggan domestik dan 300 industri terdampak gangguan ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.