Tim Karantina Hewan Pantau 3 Penyakit Ini Pada Kuda Asian Games

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur Sandiaga Uno, tertawa saat menaiki kuda didampingi atlet Nasional di arena pacuan kuda Jakarta International Equestrian Park Pulomas (JIEPP) yang dipersiapkan untuk Asian Games 2018 di Jakarta 14 Juli 2018. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Wakil Gubernur Sandiaga Uno, tertawa saat menaiki kuda didampingi atlet Nasional di arena pacuan kuda Jakarta International Equestrian Park Pulomas (JIEPP) yang dipersiapkan untuk Asian Games 2018 di Jakarta 14 Juli 2018. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Tangerang - Badan Karantina Pertanian akan menjaga kesehatan semua kuda yang akan berlaga di cabang equestrian Asian Games 2018 selama 24 jam. Pada hari Sabtu, 17 ekor kuda Asian Games asal Belgia telah tiba di Bandara Soekarno - Hatta.

    Baca: INASGOC Sangsi LRT Jakarta Akan Digunakan untuk Atlet Asian Games 

    Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani Agus Sunanto mengatakan Badan Karantina Pertanian bertanggungjawab menjaga kesehatan kuda-kuda itu. 

    Pengawasan dan pemantauan kesehatan kuda serta aktivitasnya tersebut dilakukan oleh tim dokter hewan yang bertugas di Karantina.

    "Tim dokter hewan karantina ini memantau perkembangan kuda-kuda tersebut hingga layak dibawa ke arena pertandingan," ujar Agus saat menerima kedatangan 17 ekor kuda Asian Games  di kargo Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu 11 Agustus 2018.

    Menurut Agus, semua kuda Asian Games yang tiba di Indonesia diberi perlakuan dengan desinfektan dan footmat.

    Footmat, kata Agus, merupakan karpet berisi desinfektan sebagai anti mikroorganisme. "Sehingga kuda menapakkan kakinya pertama kali dengan menginjak footmat sebagai tindakan biosekuriti," kata Agus.

    Perlakuan berbeda diterapkan terhadap kuda asal Cina. Selain harus melalui pemeriksaan di negara asal, kuda dari Cina harus dikarantinakan terlebih dahulu di Instalasi Karantina Hewan (IKH).

    Hal ini, kata Agus, tidak berlaku bagi kuda asal Uni Eropa. Alasannya, Uni Eropa memiliki kelebihan dengan sistem kesehatan yang sangat baik dan seleksi yang sangat ketat, atau sering disebut dengan istilah High Health Performance (HPP).

    "Status kesehatan hewan asal Uni Eropa pun telah memenuhi standar EDFZ atau standar zona bebas penyakit kuda," kata Agus.

    Agus menjelaskan, berdasarkan ketentuan dan persyaratan karantina, terdapat tiga penyakit penting pada kuda yang perlu dipastikan statusnya sebelum diperbolehkan masuk ke arena Asian games, yaitu Dourine, Glanders dan Equine Infectious Anemia (EIA).

    Baca: Penonton Pertandingan Asian Games Dilarang Bawa Tas Punggung

    Hal ini, menurut Agus, sesuai dengan persyaratan EDFZ dan Permentan No. 28 Tahun 2018 tentang Tindakan Karantina Hewan terhadap pemasukan dan pengeluaran kuda untuk perlombaan, pemeriksaan terhadap penyakit EIA, Glanders dan Dourine wajib dilakukan. "Walaupun kuda asal Uni Eropa telah memenuhi standar EDFZ, sistem karantina untuk kuda pada lomba Equestrian ini harus tetap dilaksanakan. "

    Kuda yang akan berlomba di Asian Games 2018 harus dicek sesuai dengan identitasnya, tidak boleh keluar dari IKH termasuk venue yang juga ditetapkan sebagai IKH.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.