Minggu, 21 Oktober 2018

Penemuan Mayat di Kali Sunter, Polisi: Diduga Alami Gangguan Jiwa

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi orang tenggelam. pulse.com.gh

    Ilustrasi orang tenggelam. pulse.com.gh

    TEMPO.CO, Jakarta -Sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki yang ditemukan mengapung di Kali Sunter hari ini, Ahad, 12 Agustus 2018, diduga merupakan orang dengan gangguan jiwa.

    Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Tanjung Priok, Ajun Komisaris Polisi Tihar Marpaung berujar, mayat itu diduga telah tenggelam sejak dua hari lalu.

    Baca : Cerita 3 Panti Pijat di Tebet Masih Beroperasi Setelah Digerebek

    Menurut keterangan saksi, kata Tihar, orang itu sengaja menenggelamkan diri, tepatnya di Kali Sunter, depan Rumah Makan Medan Baru, Jalan Griya Agung, Jakarta Utara. "Diduga orang stres. Pas dia nyemplung dan dikasih tali sama warga setempat, malah gak mau," kata Tihar kepada Tempo, Ahad, 12 Agustus 2018.

    Awalnya, tutur Tihar, orang tidak dikenal itu duduk disekitar Kali Sunter dan tak lama kemudian turun ke kali. Warga sekitar mencoba menariknya ke pinggir dengan memberi seutas tali, namun dia menolak.

    Orang itu kemudian tenggelam dan tidak terlihat lagi. Hingga akhirnya ditemukan mengapung Ahad siang ini, tidak jauh dari tempatnya tenggelam.

    Simak : Sandiaga Uno Enggan Bicara Kriteria Penggantinya di DKI, Sebab...

    Tihar mengatakan, polisi kesulitan menemukan identitas lelaki tersebut karena diduga merupakan gepeng "gelandangan". Tidak ditemukan kartu identitas pada mayat. Warga sekitar, kata Tihar, juga tidak mengenalinya. "Sidik jari juga sudah copot semua," ujar Tihar.

    Tihar mengungkapkan bahwa usai diperiksa mayat tersebut dipastikan meninggal karena tenggelam. Tidak ada tanda-tanda penyiksaan dan pembunuhan. Saat ini, kata Tihar, mayat ditempatkan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Polisi masih terus mencari data pribadi mayat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.