Jakpro: Izin Uji Operasi LRT Sudah Diteken Dirjen Kereta Api

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana di Stasiun LRT Boulevard Utara, Kelapa Gading, Jakarta Utara, 11 Agustus 2018. Tempo/Imam Hamdi

    Suasana di Stasiun LRT Boulevard Utara, Kelapa Gading, Jakarta Utara, 11 Agustus 2018. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur PT Jakarta Propertindo Dwi Wahyu Daryoto mengatakan sertifikat uji pertama atau laik operasi untuk sarana kereta ringan Light Rail Transit (LRT) dari Kementerian Perhubungan segera terbit.

    Baca juga: Masyarakat Nikmati Bus Transjakarta Gratis Selama Asian Games

    Dwi menargetkan sertifikat itu akan keluar paling cepat Senin sore ini atau paling lambat besok, Selasa, 14 Agustus 2018. Menurut Dwi, surat suda ditandatangani Direktur Jenderal Kereta Api. “Saat ini sertifikat LRT sudah ditandatangani oleh Pak Dirjen Kereta Api, posisi (sertifikat) di bagian hukum untuk pengesahan salinannya,” kata Dwi lewat pesan pendek, Senin, 13 Agustus 2018.

    Direktur Proyek PT LRT Jakarta Allan Tandiono mengatakan penerbitan sertifikat bersamaan dengan persetujuan uji operasional dan safety assesment. Namun, dia enggan menjawab kapan uji operasi dilakukan. “Kita sama-sama doakan, ya,” kata Allan.

    Kepala Dishub DKI Jakarta Andri Yansyah mengatakan masih menunggu sertifikat uji pertama sebelum dapat mengeluarkan surat izin uji operasi. “Draf mah sudah ada kami siapin, tinggal teken saja,” ujar Andri.

    Uji coba LRT rute Velodrome-Kelapa Gadingyang direncanakan dilakukan pada 10 Agustus 2018, dibatalkan. Alasannya, izin untuk uji operasi kereta ringan ini belum diperoleh dari Kementerian Perhubungan. Ia pun menargetkan uji operasi akan dilakukan pada Rabu, 15 Agustus 2018.

    Adapun sertifikat untuk sumber daya manusia, yang telah disahkan Kemenhub, kata Allan, sudah dikantongi. Sementara itu, untuk kesiapan infrastruktur, Allan belum bisa memberi penjelasan. "Untuk infrastruktur langsung ke Direktur Proyek LRT saja," kata dia.

    Allan mengatakan uji operasi hanya dilakukan selama satu bulan. Pekan ini baru bisa dilakukan uji operasi terlebih dahulu karena masih belum ada penetapan tarif dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

    Sebab, masih ada beberapa hal yang harus diselesaikan terlebih dahulu untuk model skema kerja samanya di perjanjian penyelenggaraan antara Pemprov DKI dan PT JakPro. "Skema kerja samanya BOT (build-operate-transfer) atau BTO (build-transfer-operate), karena ini nanti ada hubungannya dengan besaran tarif LRT."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.