Pelaku dan Korban Tawuran Sadistis di Tangsel Berhubungan Darah

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tawuran/perkelahian pelajar/kekerasan di kampus/sekolah. Shutterstock

    Ilustrasi tawuran/perkelahian pelajar/kekerasan di kampus/sekolah. Shutterstock

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan - FF, pelaku penusukan dalam tawuran sadis di Tangerang Selatan ternyata masih memiliki hubungan kekerabatan dengan korban, Ahmad Fauzan. Setelah sepekan dirawat di RSCM, Ahmad Fauzan, siswa kelas XII SMK Sasmita Jaya 1 meninggal pada 7 Agustus 2018.

    Baca: Cerita Ojek Online Tolong Korban Tawuran Sadistis di Tangsel
     
     
    Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tangerang Selatan, Ajun Komisaris Alexander Yurikho mengatakan pelaku dan korban masih ada hubungan darah. Bahkan rumah tersangka dan korban juga masih berdekatan.

    "Rumah korban dan pelaku juga berdekatan, kurang lebih 1,5 kilometer. Pelaku dan korban masih ada hubungan saudara jauh, tetapi mereka berdua tidak saling mengenal," ujarnya, Senin, 13 Agustus 2018.

    Menurut Alex, polisi akan terus menyelidiki kasus tawuran pelajar ini sampai tuntas, termasuk siapa pemicu tawuran yang menewaskan Ahmad Fauzan.  

     

    "Korban ini saat di rumah sakit sampai menghembuskan nafas terakhir tidak sadarkan diri, kurang lebih satu minggu di rumah sakit," katanya.

    Pada saat ini, polisi telah meringkus tersangka penusuk Ahmad Fauzan. "Pelaku sudah kami amankan untuk dimintai pertanggungjawabannya,” ujar Alex.

    Baca: Undangan di Medsos Ini Pemicu Tawuran Pelajar di Tangsel

    Alex mengatakan tersangka juga sesama pelajar dan masih tergolong anak. Namun dia memastikan pengusutan terus berjalan.

    “Selengkapnya nanti ya,” katanya yang akan mengundang kepala dinas pendidikan kota setempat untuk memberikan keterangan.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.