Velodrome Diresmikan, Mantan Bos Jakpro: Semua Elemen Dipikirkan

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • OCA Life Vice President Wei Jizhong (kedua kanan) berbincang dengan President Director Jakpro Satya Heragandhi (kanan), OCA Coordination Committee Member Gen Souhail Khouri (kiri) dan OCA Director of Asian Games Haider Farman (kedua kiri) saat meninjau pembangunan Velodrome Rawamangun di Jakarta, 6 Maret 2017. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    OCA Life Vice President Wei Jizhong (kedua kanan) berbincang dengan President Director Jakpro Satya Heragandhi (kanan), OCA Coordination Committee Member Gen Souhail Khouri (kiri) dan OCA Director of Asian Games Haider Farman (kedua kiri) saat meninjau pembangunan Velodrome Rawamangun di Jakarta, 6 Maret 2017. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Direktur Utama PT Jakarta Properti (Jakpro) Satya Heragandhi terlihat hadir saat peresmian Jakarta International Velodrome di Jakarta Timur, Rabu, 15 Agustus 2018.

    Satya, yang baru sebulan lalu dicopot dari jabatannya itu, memberikan komentar soal lapangan olahraga sepeda tersebut.

    Baca juga: Anies Sebut Alasan di Balik Pemecatan Dirut Jakpro Pilihan Ahok

    "Seneng banget (lihat lapangannya selesai), pekerjaan dan kualitasnya bagus. Bisa langsung dilihat, semua elemen dipikirkan," ujar Satya.

    Saat wartawan berusaha bertanya lebih jauh soal kualitas Velodrome pasca sepeninggalan, Satya enggan berkomentar.

    Sebelumnya, pencopotan Satya dari kursi Dirut Jakpro dilakukan lewat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) yang digelar pada Selasa, 10 Juli 2018.

    Dalam RUPSLB tersebut, Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah DKI Jakarta menunjuk Dwi Wahyu menggantikan Satya Heragandhi.

    Dwi Wahyu adalah mantan Direktur Manajemen Aset PT Pertamina. Dia dicopot bersama empat anggota direksi lainnya di Pertamina pasca tumpaham migas di Teluk Balikpapan pada April 2018.

    Sandiaga Uno, yang saat itu masih menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta, menjelaskan prestasi Satya saat menjabat sudah baik. Namun, perusahaan memerlukan penyegaran hingga akhirnya dilakukan perombakan.

    Adapun nasib Satya setelah dipecat, kata Sandi, tetap memiliki tanggung jawab terhadap proyek LRT. Satya akan menjadi komisaris di anak perusahaan PT Jakpro dan akan terus berkoordinasi dengan Sandiaga dalam penyelesaian LRT hingga beroperasi di fase pertama.

    Simak juga: Sandiaga Uno Beri Tugas Baru untuk Bos Jakpro yang Dipecat Anies

    Selain LRT, pembangunan Velodrome juga menjadi salah satu tanggung jawab Satya saat menjabat. Namun, satu bulan sebelum fasilitas itu rampung, ia dicopot dari jabatannya tersebut.

    "Semoga Velodrome bisa digunakan maksimal dan menghasilkan mendali untuk atlet," ujar Satya, mantan bos Jakpro, sambil pergi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.