Empat Nama Ini Bersaing Jadi Wakil Gubernur DKI Jakarta

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Momen perpisahan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan wakilnya, Sandiaga Uno yang akan menjadi cawapres mendampingi Prabowo Subianto pada Pilpres 2019. Foto: twitter.com/aniesbaswedan

    Momen perpisahan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan wakilnya, Sandiaga Uno yang akan menjadi cawapres mendampingi Prabowo Subianto pada Pilpres 2019. Foto: twitter.com/aniesbaswedan



    4. Ahmad Syaikhu

    Gagal jadi wakil gubernur Jawa Barat, nama Ahmad Syaikhu didukung oleh sejumlah kader PKS untuk duduk sebagai Wagub DKI Jakarta. Ahmad Syaikhu disodorkan langsung oleh partainya PKS kota Bekasi untuk bersanding dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

    Ketua DPD PKS Kota Bekasi Heri Koswara beberapa waktu lalu mengatakan Syaikhu adalah kader terbaik PKS maju untuk menjadi wakil gubernur DKI. Menurut Heri, dengan masuknya Ahmad Syaikhu menjadi DKI 2, bisa semakin mempererat hubungan antara Kota Bekasi dengan DKI Jakarta.

    Karir politik kader PKS ini dimulai saat terpilih sebagai anggota DPRD Kota Bekasi pada tahun 2004. Pria kelahiran Cirebon 23 Januari 1965 itu menjadi anggota DPRD Jawa Barat periode 2009-2014.

    Dalam Pemilihan Wali Kota Bekasi pada 2013, pasangan Rahmat Effendi - Ahmad Syaikhu berhasil menang. Manuver Syaikhu dalam satu dekade tersebut menjadi modal baginya untuk dipercaya menjadi ketua PKS Jawa Barat pada 2015.

    Pada Pilkada Jabar 2018, Syaikhu dicalonkan menjadi Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2018-2023 mendampingi Mayjen (purn) Sudrajat. Pengalaman duduk di birokrasi selama lima tahun dianggap sudah cukup untuk naik ke level berikutnya.

    Baca di halaman berikut tentang tanggapan Anies Baswedan terhadap nama calon wagub DKI Jakarta


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.