Soal Pengganti Sandiaga, Anies Baswedan Akhirnya Kasih Petunjuk

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan revitalisasi Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa, 14 Agustus 2018. Tempo/M Yusuf Manurung

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan revitalisasi Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa, 14 Agustus 2018. Tempo/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akhirnya menyebutkan bahwa sudah ada kesepakatan soal calon Wakil Gubernur DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno. Menurut Anies, dua partai pengusungnya di Pemilihan Kepala Daerah DKI 2017, yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Gerindra sudah melakukan kesepakatan.

    Baca: Ingin Wagub Seperti Sandiaga, Anies Baswedan: I Have No Worries

    "Setahu saya sudah ada kesepakatan antara Gerindra dan PKS bahwa yang mengusulkan nanti adalah PKS," kata Anies Baswedan di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis, 16 Agustus 2018.

    Walau sudah ada kesepakatan, Anies mengaku belum tahu siapa kandidat pengganti Sandiaga yang akan disodorkan PKS. Selain itu, Anies berujar bahwa pergantian itu tidak akan terburu-buru.

    "Toh semua pekerjaan masih terhandle dengan baik," katanya.

    Baca: Empat Nama Ini Bersaing Jadi Wakil Gubernur DKI Jakarta

    Sebelumnya, Anies menolak mengomentari siapa calon penggantinya dengan alasan masih menunggu keputusan Presiden Jokowi terhadap pengunduran diri Sandiaga. 

    Sandiaga Uno meninggalkan jabatan sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto. Sebagai partai pengusung di Pilkada, Gerindra dan PKS berhak menyodorkan satu nama pengganti Sandiaga.

    Peluang PKS untuk mengisi kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta sudah terlihat sejak dipilihnya Sandiaga sebagai calon wakil presiden pendamping Prabowo Subianto.

    Presiden PKS Sohibul Iman pernah mengatakan bahwa partainya berhak mendapat kursi yang ditinggalkan Sandiaga Uno karena telah merelakan posisi calon wakil presiden yang semestinya menjadi jatah PKS. "PKS memberikan posisi wakil presiden, tentu mereka memberikan hak prioritas kepada PKS untuk menjadi wagub," kata Sohibul di kantor Komisi Pemilihan Umum, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat, 10 Agustus 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.