Anies Baswedan Serahkan Obor Asian Games untuk Diarak di DKI

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah) mengangkat obor api Asian Games di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu, 15 Agustus 2018. Sebelumnya, obor dibawa dari Bogor dan dikirab pertama kali di Jakarta Timur. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah) mengangkat obor api Asian Games di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu, 15 Agustus 2018. Sebelumnya, obor dibawa dari Bogor dan dikirab pertama kali di Jakarta Timur. TEMPO/Fakhri Hermansyah

     

    TEMPO.CO, Jakarta –   Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyerahkan  obor Asian Games kepada Sekretaris Kota (Seko) Jakarta Pusat, Iqbal Akbarudin di halaman Balai Kota pagi ini, Kamis, 16 Agustus 2018.

    Baca juga: Asian Games, Anies Baswedan Pajang Instalasi Bambu di Bundaran HI

    "Insya Allah perjalanan dalam dua hari kedepan mengelilingi wilayah DKI Jakarta menjadi putaran terakhir," ucap Anies dalam sambutannya.

    Sebelumnya, obor itru bermalam di Balai Kota. Dalam dua hari kedepan, giliran Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu yang menjadi tempat arakan obor Asian Games.

    Setelah dari Balai Kota, hari ini obor akan dibawa ke Masjid Akbar Kemayoran, dilanjutkan ke Monumen Nasional sisi barat daya, Kantor Kelurahan Tanah Sereal, RPTRA Kalijodo, Kantor Wali Kota Jakarta Utara dan GOR Sunter.

    Simak juga: Anies Baswedan Resmikan Proyek Asian Games Senilai Rp 102 Miliar

    Dalam pelepasan obor itu, turut hadir Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi. Pegawai di lingkungan Pemprov DKI juga memadati lapangan Balai Kota.

    Kemarin, Rabu, 15 Agustus 2018, obor Asian Games diarak di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Rutenya mulai dari Lippo Kramat Jati, Taman Mini Indonesia Indah atau TMII, Ragunan, dan Balai Kota. Hari ini Anies Bswedan menyerahkan ke Sekretaris Kota Jakarta Pusat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.