Bendera Merah Putih Dicopot, Warga Apartemen Kalibata City Protes

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Satu di antara menara atau tower yang ada di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, Kamis 9 Agustus 2018. Praktik prostitusi diduga marak di apartemen ini. Tempo/Edo Juvano

    Satu di antara menara atau tower yang ada di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, Kamis 9 Agustus 2018. Praktik prostitusi diduga marak di apartemen ini. Tempo/Edo Juvano

    TEMPO.CO, Jakarta – Penghuni Apartemen Kalibata City mengajukan protes kepada pengelola karena mencopot bendera merah putih yang sudah mereka pasang. Sebab pemasangan bendera itu dilakukan penghuni untuk memperingati HUT RI ke-73. "(Alasan pencopotan) tidak jelas, malam ini ada pertemuan warga dan pengelola di tower Damar," kata Wenwen Zi, penghuni apartemen, Kamis, 16 Agustus 2018.

    Dalam sebuah video yang viral di media sosial, terlihat sejumlah penghuni mempertanyakan tindakan pengelola tersebut. Seorang ibu bahkan menyatakan akan membawa masalah ini ke ranah hukum. Alasannya, pengelola telah masuk ke unit apartemennya tanpa izin, untuk mencopot bendera yang ia pasang di balkon.

    Baca: 2 Agen Properti Terlibat Prostitusi di Apartemen Kalibata City

    Sebuah pesan berantai yang menyertai video itu juga menegaskan bahwa tindakan pengelola itu dilakukan kepada seluruh penghuni apartemen. "Penghuni lain juga mendapat intimidasi untuk mencopot bendera yang mereka pasang di unit masing-masing."

    Dalam pesan berantai itu juga dituliskan, "Kalibata City, masih di dalam wilayah Indonesia. Ini kenapa seperti negara dalam negara Menurunkan bendera Merah Putih disaat seharusnya terpasang, merupakan penghinaan terhadap lambang negara. Yang menurunkan secara paksa dapat dikategorikan sebagai teroris. Hiduplah Bangsaku Indonesia Raya."

    Menurut Wewen, insiden itu terjadi siang tadi. "Sekitar jam 13.00 di tower Damar," katanya. Saat ini penghuni apartemen masih menunggu penjelasan dari pengelola.

    General Manager Kalibata City Ishak Lopung mengatakan tidak ada pemaksaan dalam mencopot bendera tersebut. Menurut dia, pengelola awalnya meminta warga yang bernama Nimas untuk memindahkan pemasangan bendera yang dipasang di reling balkon dan breket AC. "Kami hanya meminta agar bendera dipasang di ground saja. Kan tidak enak juga kalau dipasang di balkon," ujarnya lewat telepon.

    Petugas keamanan Apartemen Kalibata City, kata Ishak, datang baik-baik dan meminta izin untuk masuk ke rumah Nimas agar bisa mencopot bendera. "Tapi setelah petugas sampai bawah, Bu Nimas justru bawa orang ramai dan marah-marah," ujarnya. "Sekarang kami lagi berkumpul untuk membicarakan masalah ini."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPK Berencana Menghapus Hasil Penyadapan 36 Perkara

    Terdapat mekanisme yang tak tegas mengenai penghapusan hasil penyadapan 36 penyelidikan yang dihentikan KPK.